Soal Putusan Bawaslu

MA Tolak Gugatan BPN Prabowo-Sandiaga

Jakarta, Akuratnews.com - Mahkamah Agung (MA) melalui putusannya menyatakan 'tidak dapat menerima' permohonan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, yang diwakili Ketua BPN Jenderal TNI (Purnawirawan) Djoko Santoso.

"Iya betul, putusan diterima meminta 'tidak diterima' (Niet Onvankelijke verklaard)," ujar Kepala Biro Hukum dan Humas MA, Abdullah, melalui pesan singkat yang diterima, di Jakarta.

Putusan Mahkamah bernomor MA RI Nomor 1 / P / PAP / 2019 yang menyetujui 'permohonan tidak dapat diterima'.

"Hal itu menunjukkan persyaratan formal yang belum dilengkapi pemohon, atau permohonan yang diajukan belum selesai tenggat waktu," jelas Abdullah.

Sebelumnya BPN meminta izin proses pemilihan Presiden 2019 untuk Mahkamah Agung, setelah memintanya ditolak oleh Badan Pengawas Pemilu.

Dalam perkara yang diajukan ke MA ini, BPN membuat Badan Pengawas Pemilu sebagai pihak yang tergugat, terkait dengan putusannya yang bernomor 01 / LP / PP / ADM. TSM / RI / 00.00 / V / 2019 pada tanggal 15 Mei 2019.

Dalam menanggapinya, BPN mendalilkan adanya kecurangan dalam Pemilu Presiden 2019 yang terjadi terstruktur, sistematis, dan masif (TSM).

Dalam putusan tersebut, MA juga menjatuhkan hukuman terhadap pemohon untuk membayar biaya perkara Rp1 juta.

Penulis: Redaksi

Baca Juga