17 Hari Jelang Pilkada, Jangan Lupa Coblos 03!

Mas Kelana: Kita Maju Pilkada, Karena Restu Kyai dan Ulama

Sidoarjo, Akuratnews.com - Sidoarjo dikenal basis massa Nahdliyin. Nampaknya, sebagian besar dari mereka sudah cerdas dan 'melek' politik.

Yakni, mereka telah memahami organisasi keagamaan yang diikuti tak berafiliasi dengan parpol tertentu, sehingga tak ada keharusan mendukung paslonkada yang diusung parpol ini.

Mereka bebas menentukan pilihan, terpenting paslonkada yang didukungnya sesama Nahdliyin, meskipun paslon ini diberangkatkan menggunakan kereta parpol lain.

Sebagaimana halnya, ketika mereka memutuskan untuk memberikan dukungan kepada calon Bupati dan Wakil Bupati Sidoarjo 2020 nomor urut 03, diusung PDI Perjuangan dan PAN, serta didukung enam parpol nonparlemen (Hanura, Perindo, PBB, PKPI, Berkarya dan Gelora Indonesia), juga masyarakat pro-perubahan berbagai elemen, H. Kelana (Mas Kelana) - Dwi Astutik (Bunda Astutik) saat ini.

Kebetulan paslonkada berslogan 'Sidoarjo Makmur' itu terbilang seratus persen Nahdliyin. Karena, kedua figur paslon ini diketahui memegang peranan penting di dua lembaga berbeda di bawah naungan NU.

Sehingga, menurut pandangan mereka, sikap mereka mendukung pasangan Mas Kelana - Bunda Astutik bukanlah sesuatu hal yang menyimpang, melainkan sebuah keputusan bijak dan tepat.

Nah, bagaimana tanggapan Mas Kelana mengenai dukungan massa Nahdliyin tersebut? Akuratnews.com membeberkannya sekilas dalam tulisan seri ke-200 ini.

Dikemukakan Mas Kelana, massa Nahdliyin itu bebas memberikan dukungan terhadap paslonkada yang diusung parpol manapun.

"Termasuk, mendukung kita, karena kita sesama Nahdliyin yang kebetulan menumpang kereta PDI dan PAN. Kita sangat mengapresiasi dukungan mereka," ungkapnya.

Selanjutnya, Mas Kelana menjelaskan, sebenarnya dia maju laga pilkada itu, juga salah satunya, lantaran adanya dukungan dan restu dari para kyai/ulama'.

"Ya, kita maju laga pilkada itu, salah satunya, karena dukungan dan restu para kyai/ulama," terangnya. (Bersambung)

Baca Juga