Material Tumpahan Truk Berceceran di Jalan, Warga Aceh Tengah Khawatir Jatuh Korban

Material Batu Kerikil yang tumpah dan tercecer di Jalan. (foto Chaidir Ibrahim/Akuratnres).

Takengon, Akuratnews.com - Material batu kerikil yang jatuh dari truk pengangkut di sepanjang jalan nasional Banda Aceh - Takengon Km 307, tepatnya di Desa Bukit Sama kecamatan Kebayakan, Kabupaten Aceh Tengah, meresahkan pengguna jalan. Material batu tersebut jatuh dari truk yang menggangkat material dari tempat galian C ke stone Crushter yang ada di pinggir jalan desa itu.

"Material hampir setiap hari berjatuhan di badan jalan karena truk pengangkut material tidak menutup rapat materialnya," jelas Ardi, salah seorang penguna jalan yang hampir setiap hari melintasi jalan tersebut, kepada akuratnews.com, Sabtu (14/9/2019).

Dari pantauan di lokasi, tumpahan material tersebar di beberapa titik, mulai dari perbatasan kabupaten Bener Meriah sampai ke depan pintu gerbang Stone Crushter desa Bukit sama.

Ardi mengatakan, warga menyesalkan sikap sopir truk yang tidak mau membersihkan material yang jatuh ke badan jalan. Padahal lintasan jalan ini, merupakan jalan nasional menuju kota Takengon yang sudah pasti dilintasi oleh kendaraan yang melaju kencang. Ardi mengkhawatirkan kendaraan roda dua akan terpeleset atau dapat menyebabkan kendaraan roda empat menjadi slip bila menginjak material tersebut.

Material yang tersebar di badan jalan berpotensi menyebabkan kecelakaan bagi pengguna jalan lintas nasional ini.

Ironisnya, Stone Crushter itu tepat berada di depan restribusi dinas perhubungan, namun sayangnya pihak dinas seperti tidak menghiraukan kondisi material yang tumpah di depan pos restribusi tersebut.

Seorang pengguna jalan bernama Rahman, berharap ada perhatian dari Satlantas Polres Aceh Tengah dan Dinas Pehubungan sebelum tumpahan material tersebut memakan korban, sebab bisa dipastikan Stone Crushter tersebut akan bekerja dalam jangka panjang.

"Kami sangat khawatit setiap melintas di sepanjang jalan ini setiap hari, selain takut terpeleset juga batu yang terbang yang diakibatkan injakan kendaraan yang lain. Coba lihat sendiri, ada sekitar satu kilo meter lebih, banyak tumpahan material di badan jalan yang tumpah dari truk," ujar Rahman.

Menurut Rahman, Truk setiap hari mondar-mandir keluar masuk ke Stone Crushter, warga berharap kepedulian Instansi berwenang juga pihak perusahaan Stone Crushter agar tumpahan material itu tak merugikan pengguna jalan yang melintas. (*)

Baca Juga