Internasional

Militer AS Dituding Sebagai Teroris

Jakarta, Akuratnews.com - Perlawanan dilancarkan balik oleh Pemerintah Iran hingga rakyat dan para wakilnya di Parlemen atau DPR Iran.

Mereka terang- terangan menuding para anggota militer AS yang beribu- ribu mendatangi ranah Arab atau Teluk itu sebagai teroris. Ini buntut dari sanksi terbaru AS terhadap Iran menyusul soal Nuklir Iran.

Para anggota parlemen Iran, baru- baru ini sudah menyetujui legislasi yang menyebut bahwa keberadaan pasukan AS di Timur Tengah sebagai teroris, pernyatan itu dikeluarkan sehari setelah penetapan pasukan Garda Revolusi Iran sebagai teroris oleh Amerika mulai berlaku, sebut televisi pemerintah dikutif voa.

Menteri Pertahanan Jenderal Amir Hatami mengajukan legislasi yang mendukung pemerintah untuk bertindak tegas guna menanggapi “tindakan teroris” oleh pasukan Amerika.

Legislasi itu meminta pihak berwenang agar menggunakan “langkah-langkah hukum, politik dan diplomatik” untuk menetralisir langkah Amerika, tanpa merincinya lebih lanjut.

Langkah Amerika itu bertujuan untuk “menggagalkan pengaruh Iran,” dan menunjukkan bahwa sanksi-sanksi AS yang telah lama berlaku terhadap Iran tidak efektif, kata Hatami kepada para legislator.

Selama perdebatan, sebagian legislator berhaluan keras telah meminta seluruh pasukan keamanan dan tentara AS ditetapkan sebagai teroris.

Laporan televisi itu menyebutkan 204 dari 207 anggota parlemen di majelis yang beranggotakan 290 orang itu mendukung legislasi tersebut. Dua legislator menentangnya dan satu orang lagi abstain.

Namun masih belum jelas bagaimana pengesahan legislasi itu di parlemen akan mempengaruhi aktivitas Garda di Teluk Persia, di mana Angkatan Laut AS pada masa lalu menuduh kapal-kapal patroli Iran mengganggu kapal-kapal perang AA.

Garda Revolusi Iran memiliki kekuatan dan pengaruh di Irak, Suriah, Lebanon dan Yaman, dan bertanggungjawab atas misil-misil Iran yang dapat menjangkau pangkalan-pangkalan AS.

Penulis: Redaksi
Editor: Redaksi

Baca Juga