Noorsy: Disini Namanya Esemka Bima, Kalau di China Changan Star Truck?

Foto Net

Di sisi lain, menurut Noorsy, muncul pertanyaan tentang industri pendukungnya. "Suatu industri otomotif membutuhkan industri pendukung untuk memenuhi kebutuhan suku cadang." kata Noorsy.

Dia mencontohkan, misalnya, mesin sudah hidup dan sistem transmisi akan diuji mengikuti hal berikut: bagaimana dengan rem, roda dan ban tingkat keamanan dalam kecepatan tertentu, uji coba di tingkungan dan berbagai kondisi jalan.

Belum lagi soal Uji Kelayakan dengan seritifikasi tertentu yang menjadi penting. Itu jika blok mesin menggunakan bahan bakar fosil, lantas bagaimana dengan blok mesin dengan model hibrida?

"Asal tahu saja, buat negara produsen otomotif, Indonesia adalah pangsa pasar yang menggiurkan." kata Noorsy.

Menurutnya, kehadiran Esemka Bima yang ditengarai banyak kalangan sebenarnya mobil dari China adalah bukti bahwa persaingan bisnis industri otomotif di Indonesia makin ketat dan tetap menggiurkan sambil terus mendikte kebijakan Indonesia.

"Mana lebih dulu, mobil Esemka Bima atau atau Star Truck Changan?" Tandasnya.

Diketahui, jika menilik dapur pacu, seperti dikutip situs nasional, mobil Esemka Bima 1.2 dan mobil produksi Changan Star Truck memiliki spesifikasi mesin yang sama. Ya, itu bisa dilihat di situs Global Changan. Di mana Pikap Star Truck memakai mesin 1.2L E-power l4 DOHC, yang juga disematkan pada Esemka Bima 1.2 liter.

Perbedaannya, dari sisi dimensi, Esemka Bima lebih pendek dari Star Truck yang memiliki panjang 4.660 mm sementara Esemka Bima, 4.560 mm. Untuk lebar, Esemka Bima 1.645mm sementara Star Truck lebihi ramping dengan 1.620 mm. Sedangkan untuk total tinggi mobil, kedua pikap inimemiliki ukuran yang sama yakni 1.890 mm.

Jadi prediksi Ekonom Ichsanuddin Noorsy bahwa antara Esemka Bima dengan Changan Star Truck, adalah identik tentu tak salah. Lantas apakah dapat dikatakan mobil itu adalah mobil Karya Anak Bangsa Indonesia? (*)

Selanjutnya 1 2 3
Penulis:
Editor:Ahmad Ahyar

Baca Juga