NSAP Dorong Lembah Songgoriti Jadi Pusat Teknologi Budaya dan Spiritual

AKURATNEWS - Upaya mendorong wilayah lembah Songgoriti di sekitar Candi Songgoriti, Songgokerto, Kota Batu, Jawa Timur (Jatim) sebagai pusat peradaban, teknologi dan sains di masa depan terus dilakukan Kantor Hukum Nur Setia Alam Prawiranegara (NSAP) & Partners

Pimpinan NSAP, Nur Setia Alam menyatakan, untuk mewujudkan hal tersebut para akademisi di antaranya dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Jatim akan terus melakukan penelitian.

Hasil penelitiannya, lanjut dia, akan dilaporkan kepada Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbud Ristek), Nadiem Makarim. Ini juga untuk membantu pelestarian candi tersebut sebagai cagar budaya.

“Ini agar akhirnya dapat tercapai rebranded image Songgoriti adalah kampung teknologi, budaya, dan spiritual,” ujar Nur Alam, Jumat (28/4).

Untuk mewujudkan hal itu, lanjut Nur Alam, pihaknya coba terus memperkenalkannya ke masyarakat, salah satunya dengan menginisiasi saresehan bertajuk 'Candi Songgoriti Energi Keajaiban Dunia dengan Peradaban Teknologi pada Masa Lampau Menuju Teknologi Masa Depan' di Pelataran Candi Songgoriti.

Nur Setia Alam yang juga pendiri Indonesian Feminist Lawyers Club (IFLC) menyampaikan, acara yang juga berbarengan dengan buka puasa bersama tersebut berusaha membangkitkan semangat dan membangun jiwa masyarakat Indonesia pada umumnya dan Songgoriti khususnya.

Selain itu, agar masyarakat setempat dan Indonesia tidak melupakan teknologi, budaya, dan spiritual pada peradaban Candi Songgoriti sebagai cikal bakal kejayaan Nusantara. Ini juga sebagai ajang silaturahmi dan mempererat persaudaraan.

Kegiatan ini juga dihadiri Bupati Malang, HM Sanusi dan menghadirkan beberapa narasumber, yaitu Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Sinergitas BNPT, Laksmana Pertama TNI Joko Sulistyanto; Amien Widodo dan Joko Kiswanto selaku Akademisi Sains, Teknologi dan Digital ITS, serta sejarawan Ki Cokro.

Selain itu, hadir juga stakeholder Kabupaten Malang, Kota Batu, dan Provinsi Jawa Timur, termasuk akademisi, budayawan, masyarakat, mahasiswa, dan pemuda Karang Taruna Songgoriti.

Pengurus Pondok Pesantren (Ponpes) Tebuireng, Jombang, KH. Fahmi Amrullah Hadziq yang memberikan tausiah memyebut, budaya biarkan berkembang dan dilestarikan jangan dihilangkan karena budaya tidak akan berubah menjadi agama sehingga Indonesia tetap kaya akan keberagaman.

Hal tersebut diamini Laksma TNI Joko Sulistyanto. Ia mengatakan, dengan melestarikan kearifan lokal maka paham dari luar yang biasanya menggerus budaya Indonesia, radikalisme, dan terorisme tidak akan pernah dapat masuk kepada generasi penerus bangsa.

Penulis: Rianz
Editor: Redaksi

Baca Juga