Palsukan Tanda Tangan Mantan Istri, Andreas Jadi Terdakwa

Terdakwa Andreas Nyotowijaya (gambar kiri), saat mengikuti sidang secara daring

AKURATNEWS - Andreas Nyotowijaya menjadi terdakwa, atas kasus penggunaan surat palsu untuk pengajuan kredit di Astra Credit Companies (ACC).

Dalam sidang dengan agenda pemeriksaan terdakwa, pada Selasa (7/6/22). Andreas mengatakan saat pengajuan kredit ia datang bersama-sama dengan mantan istrinya, Yenni Suriansyah.

“Waktu pengajuan saya datang dengan Yenni, yang waktu itu masih istri saya. Untuk pengajuan kredit di ACC Jalan Panglima Sudirman,” ungkap Andreas.

Kemudian lanjut Andreas, saat dihitung nilai jaminan BPKB mobil yang dianggunkan, sebesar 200 juta lebih.

Saat ditanya oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) , Suwarti, terkait kepemilikan Mobil jenis Kijang Innova Reborn yang BPKB-nya dijaminkan tersebut, terdakwa mengakui bahwa kendaraan roda 4 itu milik Yenni.

Disinggung soal keterangan saksi Alfianizar, yang pada sidang sebelumnya menyatakan bahwa dirinya yang menyuruh memalsukan tanda tangan Yenni, terdakwa membantahnya.

“Saya tidak menyuruh tanda tangan. Saya hanya minta tolong untuk di bantu,” kilahnya.

“Karena ketika itu setahu saya, Yeni sedang ada di rumah di Jalan Pakis Tirtosari VI No. 22, Surabaya. Namun ternyata Yeni tidak ada, Dikarenakan membutuhkan tanda tangan Yeni, Jadi saya minta tolong agar prosesnya bisa cepat,” imbuhnya.

Terdakwa juga mengakui, setelah pengajuan kreditnya disetujui, uang sebesar Rp. 232.093.400,- tersebut ditransfer ke rekeningnya.

“Uang ditransfer ke rekening saya, dan langsung saya gunakan untuk kepentingan usaha saya pribadi,” akunya.

Pada sidang yang digelar secara daring itu, Andreas mengaku bahwa dirinya mulai kesulitan membayar saat usahanya mulai macet akibat pandemi covid - 19, pada 2020 lalu.

“Awalnya saya bayar lancar, tapi ketika pandemi pada maret 2020 usaha saya mulai terdampak pandemi covid. Masih ada sekitar 30 kali pembayaran, yang setiap bulannya 10 jutaan,”katanya.

Pada persidangan sebelumnya, Senin (31/5/22). Yenni yang dihadirkan sebagai saksi mengatakan, dirinya baru tahu kalau BPKB mobilnya dijaminkan oleh mantan suaminya, saat sedang berziara ke Eropa.

“Pada 19 oktober 2019 saya berangkat ke Eropa untuk berziara. Dan baru tahu ada masalah saat ada penagihan melalui telepon, bahwa ada tunggakan pembayaran untuk BPKB mobil Toyota Innova. Padahal saya tidak pernah tanda tangan kontrak,” ungkap Yenni.

Perlu diketahui berdasarkan surat dakwaan, terdakwa yang berstatus suami dari saksi Yeni Suriansyah sejak tahun  2017 menyatakan keinginannya untuk meminjam harta pribadi saksi Yeni Suriansyah berupa BPKB 1 (Satu) unit mobil Toyota Innova No.Pol L 1796 ZS warna hitam metalik tahun 2015. Untuk dijadikan jaminan pinjaman. Setelah saksi Yeni Suriansyah menyetujui kemudian pada tanggal 15 Oktober 2019 terdakwa bersama dengan saksi Yeni Suriansyah mendatangi kantor PT ASTRA SEDAYA FINANCE yang berada di Jalan Panglima Sudirman No. 24-30 Surabaya dan bertemu dengan saksi Alfianizar untuk menghitungkan total pinjaman maksimal dan besaran angsuran. Dari hasil perhitungan yang dilakukan oleh saksi Alfianizar diketahui perhitungan mobil dihargai sebesar Rp. 319.000.000. kemudian dipotong administrasi total sebesar Rp. 232.093.400, dengan angsuran perbulan sebesar Rp. 10.040.000, setelah dilakukan perhitungan kemudian akan dilakukan cek fisik kendaraan dan melakukan pemeriksaan BPKB yang saat itu diserahkan oleh saksi Yeni Suriansyah yang kemudian dibuatkan tanda terima BPKB oleh saksi Alfianizar.

Penulis:

Baca Juga