Pemburu Pelanggar Prokes Diamuk Warga Bulak Banteng

Masyarakat Bulak Banteng
Aksi saling dorong antara Petugas Satgas Pemburu Pelanggaran Prokes Kecamatan Kenjeran dengan Warga Bulak Banteng

Surabaya, Akuratnews.com - Giat petugas pemburu pelanggar protokol kesehatan (prokes), dari tiga pilar Kecamatan Kenjeran, dalam mensosialisasikan serta menindak pelanggar prokes terhadap warga Bulak Banteng, Kota Surabaya, berujung ricuh, pada Sabtu (10/7/21) malam, sekitar pukul 21.57 wib.

Awalnya kegiatan rutin yang dilaksanakan oleh pihak Pemerintah, TNI, dan Polri wilayah kecamatan Kenjeran, beserta relawan dari organisasi kemasyarakatan tersebut, yang menyasar wilayah Kelurahan Bulak Banteng berlangsung dengan tertib.

Baca Juga : Komnas PA Sebut Keluarga Korban SPI Dapat Ancaman

Beberapa warga Bulak Banteng dan sekitarnya yang kedapatan tidak menggunakan masker, diangkut petugas dan akan di bawa ke Kantor Kecamatan Kenjeran.

Namun, saat dilakukan penertiban terhadap sebuah warung kopi (warkop) yang melanggar jam operasional di Jl. Bhinneka Raya (perbatasan Suropati dan Bulak Banteng Baru) Kelurahan Bulak Banteng, petugas mendapatkan perlawanan dari pemilik warkop, yang tidak terima tempat usahanya akan disegel.

Selain memarahi petugas dengan kata-kata kasar, pemilik warkop juga memprovokasi warga sekitar, sehingga terjadi keributan dan memicu warga melakukan aksi pendorongan terhadap satgas covid yang ada di lokasi.

Dari pantauan akuratnews.com di lokasi kejadian, tampak beberapa oknum warga juga melakukan pelemparan batu serta air mineral ke arah petugas.

Salah seorang relawan juga sempat mendapat bogem mentah dan tendangan dari warga.

"Saya sempat dipukul mas, ditendang karena di belakang mobil petugas", ujar Rizaldi sambil menunjukan bekas pukulan yang diterimanya.

Selain selain itu, Angga, yang merupakan jurnalis harian cetak Surabaya Pagi, yang saat itu melakukan peliputan menjadi sasaran kemarahan warga.

"Saya dilempari air mineral dan ditarik-tarik. Hampir dipukul juga, karena dikira petugas satpol PP. Tapi waktu jaket saya dibuka dan dilihat tidak menggunakan seragam, akhirnya saya dibukakan jalan. Karena waktu itu di depan warga berkerumun menyerang petugas," ungkap Angga.

Tidak sampai disitu, warga yang emosinya semakin tidak terbendung juga melempar batu dan memukuli mobil operasional petugas. Sehingga mobil patroli lalu lintas Polsek Kenjeran dan Satpol PP Kecamatan memgalami kerusakan di bagian kaca belakang, serta lecet pada beberapa sisi bodinya.

Melihat situasi semakin tidak kondusif, petugas langsung menghentikan giat tersebut, dan memutuskan untuk balik kanan menuju ke Kantor Kecamatan Kenjeran.

Menanggapi kericuhan tersebut, Camat Kenjeran, Henni Indriaty yang juga memimpin langsung di lapangan, mengaku menyayangkan respon masyarakat.

"Ya sangat disayangkan respon negatif masyarakat. Padahal kita berniat baik, agar mata rantai penularan covid 19 ini bisa segera terputus," kata Henni.

Namun, meskipun ada kejadian ini (kericuhan), Camat Kenjeran memegaskan, pihaknya beserta tiga pilar tidak akan berhenti untuk mensosialisasikan serta menindak pelanggar protokol kesehatan.

"Kita akan terus melakukan kegiatan sosialisasi ini karena kita peduli dengan kesehatan masyarakat, saya tidak ingin masyarakat di wilayah saya terpapar Covid 19", tegas Henni yang didampingi Hanung Mardita selaku Kastib Kenjeran.

Henni juga menghimbau kepada warganya agar tetap menjaga protokol kesehatan, sesuai anjuran pemerintah, sehingga masyarakat tidak terpapar virus Covid 19.

" Saya menghimbau supaya masyarakat menjaga prokes sesuai aturan pemerintah. sehingga warga bisa terus sehat." Tutup Bu Camat.

Penulis:

Baca Juga