Pemuda Papua Desak Kapolri Tangkap Penyebar Video “Panas” Mantan Anggota DPRD Mimika

Massa aksi Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Peduli Papua (AMP3) menggelar aksi unjuk Rasa menuntut pelaku penyebaran video mesum ditangkap didepan gedung Mabes Polri, Jakarta. Senin (28/9/2020). (dok)

Jakarta. Akuratnews - Sejumlah orang menggelar aksi unjuk rasa menuntut Polri menuntaskan kasus penyebar luasan video mesum mantan anggota DPRD Kabupaten Mimika, Papua oleh Bupati Kabupaten Mimika Eltinus Omaleng.

Puluhan massa yang mengatasnamakan Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Peduli Papua (AMP3) berunjuk rasa di depan Gedung Mabes Polri, Jakarta Selatan.

AMP3 mendesak Kapolri, Jenderal Pol Idham Azis memerintahkan Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw segera menaikan status Bupati Kabupaten Mimika Eltinus Omaleng sebagai tersangka, bila dalam prosesnya ditemukan alat bukti yang cukup.

"Kami mendesak Pak Kapolri, untuk memerintahkan Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw agar segera menangkap Bupati Kabupaten Mimika Eltinus Omaleng," kata Koordinator AMP3, Irfan saat berorasi didepan gedung Mabes Polri. Jakarta. Senin (28/9/2020).

Dikatakan Irfan, Polisi harus segera mengusut tuntas dugaan keterlibatan Bupati Kabupaten Mimika Eltinus Omaleng agar tidak menimbulkan stigma negatif dimasyarakat terhadap kepolisian dalam pengungkapan kasus tersebut.

"Biar tidak terlihat tebang pilih dalam kasus ini, maka harus segera diusut tuntas, semua proses pemeriksaan pun harus transparan," tegasnya.

Sebelumnya, pada 11 Agustus 2020 lalu beredar video mesum berdurasi 1 menit 58 detik yang menayangkan adegan ‘panas’ seorang tokoh adat di Kabupaten Mimika, Papua.

Penanganan kasus dugaan tindak pidana  Pornografi dan Informasi, Transaksi Elektronik (ITE) yang terjadi di Kabupaten Mimika tersebut sudah naik ke tahap penyidikan, oleh Penyidik Subdit V Siber Dit Reskrimsus Polda Papua.

Kasus tersebut sudah ditingkatkan ke tahap penyidikan, namun salah satu saksi yakni Bupati Kabupaten Mimika, Bapak Eltinus Omaleng yang diduga terlibat dalam menyebarluaskan video mesum mantan anggota DPRD Kabupaten Mimika melalui beberapa grup whatsApp seperti Grup Pesparawi, Grup Papeda dan Grup ASN Pemkab Mimika.

Eltinus Omaleng sebelumnya sudah dua kali dipanggil oleh penyidik, namun selalu mangkir dari panggilan tersebut.

Kasus penyebaran video mesum tersebut diduga kuat sangat melanggar Undang - Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) & Undang - Undang Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pomografi. Perbuatan memperbanyak, menggandakan, menyebarluaskan, menyiarkan, mengimpor, mengekspor, menawarkan, memperjualbelikan, menyewakan, atau menyediakan pornografi.

Dan atau Tindak Pidana Informasi dan Transaksi Elektronik  tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau dokumen Elektronik yang memiliki muatan melanggar kesusilaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 29 Jo Pasal 4 Ayat (I) Undang - Undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pomografi dan Pasal 45 Ayat (1) Jo Pasal 27 Ayat (1) Undang - Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas Undang - Undang Nomor Il Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). (akuratnews).

Penulis:

Baca Juga