Pengertian Ikhfa, Cara Baca Lengkap Beserta Contohnya

Solaeman Nur Rahman

Ikhfa

AKURATNEWS – Al-Qur’an merupakan kitab suci yang diturunkan kepada Nabi Muhammad yang isinya untuk disampaikan kepada ummatnya. Tak mengherankan jika Al-Qur’an menjadi sumber utama dalam syariat islamiyah. Itu artinya jika kita berpegang teguh dengan Al-Qur’an bisa dipastikan hidup kita akan penuh rahmat dan keberkahan dari Allah. Seperti firman Allah yang berbunyi:

وَٱعْتَصِمُوا۟ بِحَبْلِ ٱللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا۟ ۚ

“Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai”. (QS Ali Imron: 103).

وَٱتَّبَعُوا۟ ٱلنُّورَ ٱلَّذِىٓ أُنزِلَ مَعَهُۥٓ أُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْمُفْلِحُونَ

….”Dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al Quran), mereka itulah orang-orang yang beruntung”. (QS Al-A’raf : 157).

Nabi Muhammad Saw juga bersabda mengenainya:

تركتُ فيكم أمرين لن تضلوا ما تمسكتم بهما؛ كتاب الله وسنة نبيه

“Kutinggalkan kalian dua perkara, yang mana kalian tidak akan tersesat selagi madih berpegang teguh padanya: yaitu Al-Qur’an dan hadits”. 

Pentingnya Belajar Ilmu Membaca Al-Qur’an (Tajwid)

Pentingnya Belajar Ilmu Membaca Al-Qur'an (Tajwid)

Sebagai Ummat muslim sudah seharusnya kita meluangkan setiap harinya untuk membaca Al-Qur’an. Dengan terbiasa membaca Al-Quran kita bisa mendapat pertolongan dari Allah dari arah mana saja, salah satunya bisa menjadikan hati kita terus merasa tenang dan damai. Selain itu kalian juga bisa mendapat pahala yang berlipat ganda dengan membaca Al-Qur’an.

لَّذِينَ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَأَنْفَقُوا مِمَّا رَزَقْنَاهُمْ سِرًّا وَعَلَانِيَةً يَرْجُونَ تِجَارَةً لَنْ تَبُورَ (29) لِيُوَفِّيَهُمْ أُجُورَهُمْ وَيَزِيدَهُمْ مِنْ فَضْلِهِ إِنَّهُ غَفُورٌ شَكُورٌ (30)}

“Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan salat dan menafkahkan sebahagian dari rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi”. “Agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri.” (QS. Fathir: 29-30).

Baca Juga:  Doa Setelah Sholat Subuh Lengkap dengan Dzikir dan Terjemahannya

عَنْ عَبْد اللَّهِ بْنَ مَسْعُودٍ رضى الله عنه يَقُولُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا لاَ أَقُولُ الم حرْفٌ وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلاَمٌ حَرْفٌ وَمِيمٌ حَرْفٌ ».

“Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Siapa yang membaca satu huruf dari Al Quran maka baginya satu kebaikan dengan bacaan tersebut, satu kebaikan dilipatkan menjadi 10 kebaikan semisalnya dan aku tidak mengatakan الم satu huruf akan tetapi Alif satu huruf, Laam satu huruf dan Miim satu huruf.” (HR. Tirmidzi dan dishahihkan di dalam kitab Shahih Al Jami’, no. 6469).

Namun dalam membaca Al-Qur’an kita harus benar-benar paham ilmu tajwid supaya mambu membaca ayat-ayat yang ada didalamnya dengan benar dan tartil sehingga menjadikan kualitas diri anda sangat bagus dalam membaca AlQur’an. Dalam surat Al Muzammil disebutkan:

أَوْ زِدْ عَلَيْهِ وَرَتِّلِ ٱلْقُرْءَانَ تَرْتِيلًا

Arab-Latin: Au zid ‘alaihi wa rattilil-qur`āna tartīlā

Artinya: Atau lebih dari seperdua itu. Dan bacalah Al Quran itu dengan perlahan-lahan.

Dalam hal ini memang sudah diajarkan sejak dulu pada zaman Rashulullah SAW. Nah untuk mencapai level tersebut kalian harus mau belajar yang namanya ilmu tajwid. Ilmu tajwid adalah ilmu yang mempelajari tata cara membaca Al Qur’an dengan benar mulai dari pengucapan, Waqaf, sifat huruf,berdengung dan masih banyak yang lainnya.

Seorang ulama ahli qiroat menerangkan dalam kitabnya yang berjudul Manzumah Al Jazariyah yang isinya seperti ini:

وَالأَخْـذُ بِالتَّـجْـوِيـدِ حَـتْــمٌ لازِمُ *** مَــنْ لَــمْ يُـجَـوِّدِ الْـقُـرَانَ آثِــمُ

لأَنَّــهُ بِـــهِ الإِلَـــهُ أَنْـــزَلاَ *** وَهَـكَـذَا مِـنْـهُ إِلَـيْـنَـا وَصَـــلاَ

Baca Juga:  Doa I'tidal: Bacaan Salat Lengkap dengan Lafadz Arab dan Terjemahnya

وَهُـوَ أَيْـضًـا حِـلْيَـةُ الـتِّـلاَوَةِ *** وَزِيْــنَـــةُ الأَدَاءِ وَالْــقِـــرَاءَةِ

وَهْـوَ إِعْـطَـاءُ الْـحُـرُوفِ حَقَّـهَـا *** مِــنْ صِـفَـةٍ لَـهَـا وَمُستَحَـقَّـهَـا

وَرَدُّ كُـــلِّ وَاحِـــدٍ لأَصْـلِــهِ *** وَاللَّـفْـظُ فِــي نَـظِـيْـرِهِ كَمِـثْـلـهِ

مُكَمَّـلاً مِـنْ غَـيْـرِ مَــا تَكَـلُّـفِ *** بِاللُّطْـفِ فِـي النُّطْـقِ بِــلاَ تَعَـسُّـفِ

وَلَـيْـسَ بَـيْـنَـهُ وَبَـيْـنَ تَـرْكِـهِ *** إِلاَّ رِيَـاضَــةُ امْـــرِئٍ بِـفَـكِّــهِ

Dan mengamalkan tajwid hukumnya wajib secara mutlak bagi seluruh muslim mukallaf. Siapa saja orang yang sengaja tidak mengamalkan tajwid saat membaca Al- Quran, maka ia berdosa.

Tajwid merupakan penghias bacaan Al-Quran. Bacaan Al-Quran menjadi indah karena tajwid, bukan sekedar karena indahnya suara atau langgam. Baik itu saat tilawah (tadarrus/ wiridan), adaa (talaqqi/ mengambil bacaan dari guru), ataupun qiraah, yakni membaca secara umum. Artinya, Al-Quran mesti dihiasi dengan tajwid dalam keadaan apapun.

Tajwid juga bermakna membaca Al-Quran dengan sempurna, baik dari sisi makhraj, sifat, dan hukum-hukumnya tanpa berlebih-lebihan, seperti orang yang mengucapkan Hamzah terlalu ditekan sehingga mirip orang yang muntah, atau mengucapkan mad yang dua harakat menjadi empat hingga enam harakat. Jadi usaha kita adalah mengerahkan kemampuan sekuat tenaga hingga tercapai kesempurnaan bacaan, bukan untuk melebihi kapasitas dari apa yang disyari’atkan. Lalu mengalirkan bacaan dengan pengucapan yang lembut tanpa serampangan, yakni dengan mudah dan ringan saat mengucapkannya, namun tetap memenuhi kadar ketentuan yang telah ditetapkan. Bukan mengucapkannya sembarangan dan asal-asalan semau kita.

Membaca Al-Qur’an membutuhkan kesabaran yang panjang untuk berproses belajar membaca al-Qur’an supaya bacaan kita sempurna sesuai akidah tajwid, terlebih kita ini berbahasa Indonesia. Maka diperlukan belajar kepada orang alim yang mampu dalam bidang ilmu tajwid.

Hukum Bacaan Ikhfa Dan Cara Pengucapannya

Hukum Bacaan Ikhfa Dan Cara Pengucapannya

Dalam belajar ilmu tajwid banyak yang harus kita pelajari salah satunya adalah Ikhfa. Bacaan ikhfa dibagi mendaji dua (ikhfa haqiqi & syafawi) jika ada nun sukun atau tanwin jika bertemu huruf hijaiyah yang jumlahnya ada 15 namanya Ikhfa Haqiqi. Dan jika ada mim mati bertemu huruf “mim dan ba” maka dinamakan Ikhfa Syafawi.

Baca Juga:  2 Doa Nisfu Syaban Lengkap dengan Amalan dan Keutamaannya

1. Ikhfa Haqiqi

Huruf ikhfa haqiqi yang terdiri dari 15 huruf hijaiyah, yaitu huruf kaf ( ك ), qaf ( ق ), fa’ ( ف ), zha ( ظ ), tha ( ط ), dhad ( ض ), shad ( ص ), syin ( ش ), sin ( س ), za’ ( ز ), dzal ( ذ ), dal ( د ), jim ( ج ), tsa’ ( ث ), dan ta’ ( ت ).

Seperti yang dijelaskan dalam kitab tajwid yang berbunyi:

وَأَخْفِيَنَّ عِنْدَ باقِى اْلأَحْــرُفِ *** جُمْلَتُهَا خَمْسَةُ عَشْرٍ فاعْــــرِفِ
صِفْ ذَاثَنَاكَمْ جَادَ شَخْصٌ قَدْ سَمَا *** دُمْ طَيِّبًازِدْفِى تُقًى ضَعْ ظَالِمَا

Bacalah Ikhfa’ apabila ada tanwin dan nun mati bertemu dengan 15 huruf selain huruf-huruf yang sudah tersebut di muka.

Contoh Bacaan Ikhfa Haqiqi:

(ص) رِجَالٌ صَدَقُوْا اُنْصُرْنَا
(ذ) صَوَابًا ذَالِكَ مُنْذِرٌ
(ث) شِهَابٌ ثَاقِبٌ مَنْثُوْرًا
(ك) مُشْرِكٌ كَذَّابٌ اِنْ كُنْتُمْ
(ج) عَيْنٌ جَارِيَةٌ مَنْ جَاءَ
(ش) لنفس شيئا يُنْشِئُ
(ق) سَلاَمٌ قَوْلاً مِنْ قَبْلِ
(س) بِقَلْبٍ سَلِيْمٍ مِنْ سُهُوْلِهَا
(د) قِنْوَانٌ دَانِيَةٌ اَنْدَادًا
(ظ) بَلدَةٌ طَيِّبَةٌ اِنْطَلِقُوْا
(ز) اَنْزَلْنَا نَفْسًا زَكِيًّا
(ف) خَالِدًا فِيْهَا لِيُنْفِقُوْا
(ت) جَنَّةٍ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا
(ض) كُلاًّ ضَرَبْنَا مَنْضُوْضٍ
(ظ) قُرًا ظَاهِرَةً يَنْظُرُوْنَ

2. Ikhfa’ Syafawi

وَالْمِيْمُ اِنْ تَسْكُنْ لَدَى الْبَاتُخْتَفِى *** نَحْوُاعْتَصِمْ بِاللهِ تَلْقَ الشَّرَفَا

Apabila ada nun mati bertemu sesamanya, maka wajib dibaca idgham ma’al gunnah.

Contoh:

أمْ مِنْ، كَمْ مِنْ

Penutup

Sekian penjelasan yang bisa kami sampaikan tentang ikhfa haqiqi ataupun syafawi. Semoga penjelasan diatas bisa bermanfaat bagi kalian yang sedang membutuhkannya, kurang dan lebihnya kami memohon ampun sebesar-besarnya. Wallohu A’lam Bissowaab.

Baca artikel Akuratnews.com lainnya di Google News.

Disclaimer

Artikel terkait aplikasi versi modifikasi atau MOD APK yang dibagikan Tim Akuratnews.com hanya bersifat reviews saja yang bertujuan untuk menambah wawasan pengetahuan para pembaca. Kami tidak menyarankan anda untuk mendowload file yang bersifat ilegal. Kami juga tidak bertanggung jawab atas segala risiko dan bahaya yang bisa terjadi pada perangkatmu. Penggunaan aplikasi versi modifikasi atau MOD APK bisa merugikan pengembang dari segi materi dan sebagainya.

Tags

Artikel Terkait