Pengadaan Dipertanyakan

Pengadaan Bermasalah? Mesin Pencacah Sampah Organik Seharga Rp600 Juta Mangkrak!

Kondisi mesin pencacah di salah satu lokasi TPS pasar di Sidoarjo. (foto dok. Akuratnews.com)

Sidoarjo, Akuratnews.com - Pengadaan mesin pengolah sampah berupa mesin pencacah sampah organik berlokasi di tempat pembuangan sementara (TPS) Pasar Larangan, Krian, Gedangan dan Taman senilai Rp600 juta berasal dari APBD 2018. Namun oleh Satker Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sidoarjo ditengarai bermasalah.

Pasalnya, pengadaan mesin itu terindikasi tanpa adanya perencanaan yang baik, semestinya mesin sudah bisa dioperasikan, nyatanya tidak berfungsi. Hal tersebut sebagaimana diungkapkan Ketua DPD LSM Gerah Jawa Timur, Jim Darwin pada Akuratnews.com, Kamis (22/8/2019).

"Dari hasil investigasi di empat pasar, lokasi pengadaan mesin pencacah itu, dijumpai kondisi mesin tidak terawat, penyimpanan mesin bercampur sampah, bahkan diduga ada beberapa peralatan penunjang mesin hilang. Singkatnya, mesin mangkrak sejak dikirim pihak penyedia jasa, Pabrikmesin.com itu," tandasnya.

Tak hanya itu, sambungJim, proses tendernya pun diduga bemasalah. Karena, dokumen BoQ dari PPK Disperindag Sidoarjo diunggah Pokja ULP Sidoarjo di website LPSE Sidoarjo (www.lpsesidoarjokab.go.id) muncul nilai harga satuan pada item pembelian vanbelt sebanyak 2 buah sebesar Rp750.000,-. Seharusnya, BoQ yang diunggah itu tidak keluar nilai harga satuannya, alias kosong.

Dikemukakan Jim, bagaimana bisa pengadaan barang yang berkaitan perhitungan teknik tidak dikonsultasikan lebih dulu pada konsultan perencana, memperhitungkan kapasitas penumpukan sampah dan capaian hasil pencacahan selama satu jam?

"Apalagi di lokasi itu belum terpasang listrik sebagai sumber utama penggerak mesin, padahal mesin berada di tempat hampir sepuluh bulan dan tampak tidak terawat. Apa maksud dan tujuan pengadaan mesin itu, bila tidak bermanfaat bagi masyarakat pedagang dan warga sekitar?" tanyanya.

Anehnya, lanjut Jim, ketika menemui Sekretaris Disperindag Sidoarjo yang juga PPK Belanja Modal Pengadaan Mesin Pengolah Sampah, Dana Riawati di kantornya, Senin (19/8/2019) untuk klarifikasi persoalan tersebut, dengan enteng dia mengatakan, kalau mesin-mesin tersebut terawat dan tersimpan di gudang.

"Tapi, setelah saya tunjukkan foto keadaan mesin yang tampak memprihatinkan itu, dia justru menyalahkan anak buahnya. Begitu pula, terkait munculnya nilai satuan harga di BoQ, dia terkesan lepas tanggung jawab dan malah menyuruh saya ke Pokja ULP untuk menanyakan hal itu," pungkasnya.*

Penulis: Wachid Yulianto
Editor: Hugeng Widodo

Baca Juga