Perencanaan KCB Terbengkalai, Puluhan Fasilitas Pemkot Depok Kini Rusak

Depok, Akuratnews.com- Rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Depok mengembangkan kawasan di Jalan Pemuda, Pancoran Mas (Panmas) sebagai Kawasan Cagar Budaya (KCB) tampaknya masih jauh dari harapan.

Penataan di wilayah itu juga tampak terhenti meski sebelumnya dilakukan penataan seperti dibangunya dua Gapura berikut puluhan lampu hias dan pot tanaman hias sekira tahun 2018 lalu.

Sejumlah fasilitas milik Pemkot Depok itu kini bahkan terkesan terbengkalai tak terawat bahkan rusak lantaran puluhan tiang lampu hias yang lama tidak berfungsi baik juga tak lagi dilengkapi lampu-lampu hias.

Pemkot melalui Dinas Pemoda Olahraga dan Pariwisata (Disporyata) Depok akan lakukan ricek terkait kondisi itu.

Kepala Bidang Kebudayaan dan Pengembangan Kepariwisataan Disporyata Depok Tatik Wijayati mengatakan pihaknya akan lakukan ricek kelokasi di Jalan Pemuda Panmas, Depok tersebut.

"Nanti akan kami lakukan pengecekan lokasi", ujar Tatik saat dihubungi Akuratnews.com Jumat,(9/4).

Dikatakan Tatik, lokasi di Jalan Pemuda, Panmas Depok hingga kini masih belum ditetapkan sebagai Kawasan Cagar Budaya atau KCB. "Belum, karena harus ada penetapan kawasan dulu sebagai KCB oleh TACB", ucapnya.

Terkait penataan di wilayah itu, Tatik mengaku tak mengetahuinya secara pasti. Namun pada tahun 2020 lalu anggaran yang dikelola pihaknya terkena refocussing anggaran.

"Nanti saya cari info dan buka kembali dokumen kegiatan yang sebelum. Tapi, pada tahun 2020 lalu anggaran banyak terkena refocussing", jelas Tatik.

Terkait besaran nilai anggaran penataan di kawasan itu Tatik menyebut akan diketahui setelah ada penetapan.

Dia juga mengimbau pada masyarakat ataupun kelompok komunitas agar mengajukanya sebagai KCB pada pemerintah agar nantinya KCB dapat dirumuskan, dikaji kemudian ditetapkan oleh Wali Kota Depok.

"Warga perorangan, komunitas harus  terlebih dulu mengajukan pada pemerintah jika dilokasi tersebut ingin dijadikan sebagai KCB. Mengingat bangunan bersejarah dilokasi itu masih dimiliki perorangan ataupun kelompok", imbuh Tatik.

Sementara, Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LPM) Kelurahan Depok, Pancoran Mas Depok Hariyanto mengaku jika pihaknya sebelumya juga dilibatkan dalam proses penataan kawasan di Jalan Pemuda itu.

"Waktu pemasangan dan pembuatan pot permanen dan gapura LPM juga dilibatkan hanya saja saat di era Ketua LPM priode sebelumnya yaitu Adi Gofur. Tahun berapanya nanti saya cari dulu datanya", ujarnya.

Warga Depok, Pancoran Mas Depok Hanny menbenarkan jika sejumlah tiang lampu dan pot yang jadi asset Pemkot memang terlihat tak terawat dan terbengkalai.

"Lampu hias hampir sepanjang jalan itu dipasang tapi berfungsi juga tidak. Begitu juga pot tanaman justeru jadi penghalang para pengguna jalan karena dibuat permanen di separator jalan", keluhnya.

"Jadi seperti tak terawat baik dan akhirnya jadi terbengkalai. Terlebih tempat bohlam lampu yang ada ditiap tiang lampu hias di sepanjang jalan ini juga banyak yang rusak bahkan hilang", tambah Hanny.

Untuk diketahui, kawasan Jalan Pemuda dibangun oleh mantan Gubernur Hindia Belanda, Cornelis Chastelein. Di kawasan itu masih banyak terdapat rumah dan bangunan bersejarah.

Rumah dan bangunan bersejarah peninggalan penjajahan Belanda di Jalan Pemuda di antaranya Istana Presiden Depok yang sekarang menjadi Rumah Sakit Harapan, Tugu Peringatan Cornelis Chastelein.

Berikutnya Gedung Pertemuan Eben Haezer, gedung sekolah yang kini jadi gedung SDN Pancoran Mas 2, Gereja GPIB Immanuel, Gedung Yayasan Lembaga Cornelis Chastelein (YLCC), dan Tugu Peringatan Cornelis Chastelein.

Penulis:

Baca Juga