oleh

Permintaan Melemah, Harga Minyak Terus Turun

Jakarta, Akuratnews.com – Harga minyak jatuh pada hari Kamis (03/01) di sesi perdagangan Asia akibat sentimen investor terus dipengaruhi oleh perlambatan ekonomi China serta gejolak di pasar saham dan mata uang.

Minyak mentah jenis West Texas Intermediate WTI di bursa Berjangka tersungkur 2,1% menjadi $45,56 . Sementara minyak mentah Brent di bursa Berjangka melemah 1,2% ke $54,26 per barel.

Bursa saham Asia sendiri diperdagangkan sebagian besar lebih rendah, setelah pernyataan Apple semalam, kini giliran para pemasok Apple berkinerja buruk. Apple memangkas perkiraan penjualannya, mengutip perlambatan ekonomi di Tiongkok. dolar AS jatuh sebanyak 3% terhadap yen semalam setelah berita tersebut.

Data yang lebih lemah diperkirakan dari China minggu ini juga membuat investor gugup. Proyeksi harga di awal tahun ini tidak terasa sekuat itu, dimana masa depan tidak terasa pasti dan optimis. Pasar sangat fluktuatif dan hampir tidak mungkin diantisipasi atau dinavigasi.

Pada hari Rabu (02/01), China melaporkan bahwa Indek Manufacturing PMI mereka turun menjadi 49,7 pada bulan Desember dari 50,2 bulan lalu, menandai kontraksi pertama sejak Mei 2017. Angka di bawah 50 menandakan kontraksi.

Data ini sekaligus mengkonfirmasi tren yang terlihat di PMI resmi yang dilaporkan pada hari Senin, menunjukkan penurunan menjadi 49,4 pada bulan Desember.

Dalam berita lain, mengutip sebuah survei, Reuters melaporkan pada hari Kamis bahwa pengekspor minyak utama Arab Saudi akan memotong harga pada Februari untuk nilai minyak mentah yang lebih berat yang dijual ke Asia. Empat penyuling minyak berpartisipasi dalam survei.

Penyuling mengatakan harga jual resmi (OSP) untuk Arab Medium dan Arab Heavy crude grade diperkirakan turun hingga 50 sen per barel pada bulan Februari dari bulan sebelumnya. “Arab Heavy terlalu mahal dalam beberapa bulan terakhir,” kata salah satu responden.

Penurunan yang diharapkan dalam permintaan minyak mentah Asia juga dapat mendorong Arab Saudi untuk memotong harga pada bulan Februari, mereka menambahkan. (LH)

Komentar

News Feed