Peti Kemas Temas Line Berisi Kayu Jati Olahan dari Berau, Hilang

Yosi Saat memuat kayu jatinya ke dalam Peti Kemas

Surabaya, Akuratnews.com - Belum siap kirim, Peti kemas Temas Line berisikan Kayu jati olahan sebanyak 8,4 kubik, milik Yosi Novansa (46), warga jalan Pahlawan, Gresik, hilang dari Berau, Kalimantam Timur.

Saat ditemui akuratnews.com di rumahnya, Yosi menceritakan, ia mengetahui kayunya dalam kontainer hilang, setelah ditelepon oleh temannya.

"Saya tahunya karena mas puk, teman saya telepon, pada tanggal 10 november, katanya kontainer saya sudah gak ada. Padahal peti kemas itu belum siap kirim karena belum penuh,dan saya tinggalkan dalam keadaan terkunci," ungkap Yosi.

"Kemudian saya langsung menelpon teman saya yang lain, untuk menanyakan jadwal kapal yang berangkat dari Berau ke Surabaya, sebelum tanggal 10," imbuhnya.

Setelah mendapatkan info jadwal kapal, Yosi yang saat itu berada di Gresik, keesokan harinya langsung menuju ke depo Kalianak 55.

"Besoknya tanggal 11 saya dengan istri saya langsung mengecek ke depo Kalianak 55, untuk mengkonfirmasi keberadaan peti kemas saya," kata Yosi.

Informasi yang didapatkan oleh Yosi di Depo Kalianak 55, peti kemasnya di bawa oleh Kapal Spring Mas dan sandar di Teluk Lamong pada tanggal 3 November.

"Infonya dari Kapal Spring Mas, sandar di Teluk Lamong tanggal 3, kemudian tanggal 6 geser dari Kalianak 55 ke Depo Tanjung Batu, dan tanggal 7 sudah kembali dalam keadaan empty (kosong) ke Kalianak 55," paparnya.

"Saat saya minta surat jalan lanjutan untuk menelusuri ke mana kayu saya diantar, petugas di sana menyuruh untuk menemui pak Agus di Tanjung Batu," imbuh Yosi.

Kemudian lanjut Yosi, setelah menanyakan kepada Agus selaku Kepala Depo, Agus mengaku tidak tahu ke mana kayu-kayu tersebut dikirimkan dan menunjuk Yudi dari pihak Ekspedisi Prima Mas.

"Saat kami menemui Yudi,dan bertanya baik-baik, dia tidak memberikan jawaban. Sampai istri saya marah-marah, kemudian ia memberikan surat pernyataan dari Ryan bahwa kayu tersebut miliknya bukan milik saya, dan kayu tersebut sudah di jual ke Acun," papar sambil menunjukan video saat ia menemui Yudi.

Padahal lanjut Yosi, untuk mengirim kayu jati senilai 50 juta tersebut, harus ada kelengkapan surat perijinan, dan semua surat itu masih ia pegang.

Berdasarkan penelusuran akuratnews.com, didapatkan informasi yang berbeda, kontainer dengan nomor TEGU2941865, tiba di dermaga Berlian (bukan Teluk Lamong) pada tanggal 3 november dengan kapal Kawa Mas (bukan Spring Mas), kemudian langsung bergeser ke depo Tanjung Batu hingga tanggal 6, dan petikemas tersebut pada tanggal 7 sudah berada di depo Kalianak 55.

"Saya hanya ingin tahu ke mana kayu-kayu saya itu dikirim, tapi tidak ada jawaban dari pihak ekspedisi Prima Mas maupun Temas Line," pungkas Yosi

Penulis:

Baca Juga