PPATK Sebut Crazy Rich Investasi Ilegal Lakukan Cuci Uang dan Tak Lapor Aset Mewahnya

AKURATNEWS - Diduga telah terjadi pencucian uang dalam kasus investasi ilegal yang menyeret nama influencer yang kerap disebut ‘Crazy Rich’. Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menemukan terdapat transaksi pembelian aset mewah yang tidak dilaporkan ke lembaganya.

“Mereka yang kerap dijuluki Crazy Rich ini patut diduga melakukan tindak pidana pencucian uang yang berasal dari investasi bodong dengan skema ponzi,” ujar Kepala PPATK, Ivan Yustiavandana dalam peryataan pers PPATK, Minggu (6/3).

Ivan menjelaskan, Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2015 sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 61 Tahun 2021 tentang Pihak Pelapor dalam Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang dan Pendanaan Terorisme. Menurut dia, dalam laporan itu penyedia barang dan jasa wajib melaporkan transaksi yang mereka lakukan kepada PPATK.

Namun, dalam analisis kasus penipuan dan pencucian uang investasi ilegal, PPATK tidak menerima laporan itu. Laporan yang tidak dilakukan itu adalah pembelian berupa kendaraan, rumah, perhiasan, dan aset mewah lainnya yang wajib dilaporkan ke PPATK. Dari tidak adanya laporan inilah, PPATK menduga bahwa hal itu merupakan upaya untuk menyamarkan asal-usul uang pembelian.

Ivan mengatakan dugaan pencucian uang dapat dilihat dari deteksi aliran dana investasi bodong. Selain itu, dugaan itu juga nampak dari kepemilikan berbagai barang mewah yang ternyata belum semuanya dilaporkan oleh penyedia barang dan jasa tempat mereka membeli.

“Setiap penyedia barang dan jasa wajib melaporkan Laporan Transaksi pengguna jasanya atau pelanggan kepada PPATK, dengan mempedomani penerapan Prinsip Mengenali Pengguna Jasa yang telah diatur dalam Peraturan PPATK,” kata Ivan.

Seperti diketahui, Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri tengah menyidik kasus dugaan judi online dan penipuan yang dilakukan pegiat media sosial. Salah satunya adalah kasus afiliator aplikasi binary option Binomo, Indra Kenz. Pria yang kerap disebut Crazy Rich Medan itu ditetapkan menjadi tersangka dugaan penipuan investasi, penyebaran berita bohong dan pencucian uang.

Indra Kenz disangka melanggar Pasal 45 ayat (2) jo Pasal 27 ayat (2) Undang-Undang ITE, Pasal 45 ayat (1) jo Pasal 28 ayat (1) UU ITE, kemudian Pasal 3 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU), selanjutnya Pasal 5 UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang TPPU, Pasal 10 UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang TPPU, Pasal 378 KUHP jo Pasal 55 KUHP. Ancaman hukuman maksimalnya adalah 20 tahun penjara.

Penulis: Rianz
Editor: Redaksi

Baca Juga