Preman Kuasai Lahan Parkir, Pemilik Ruko Permata Ancol Resah

Pos Parkir Ruko Permata Ancol dipasangi garis polisi. Jakarta. Kamis (10/1). foto Dany Krisnadhi/ANCphoto

Jakarta Akuratnews – Meski aparat kepolisian gencar melakukan razia preman, namun masih saja ada aksi premanisme yang meresahkan warga.

Pemilik dan pengguna rumah toko (Ruko) Permata Ancol dikawasan Pademangan Barat, Jakarta Utara saat ini resah dengan maraknya aksi preman berkedok satuan pengamanan (satpam) yang menguasai lahan parkir dikawasan tersebut.

Salah satu pengguna ruko menuturkan, aksi premanisme dalam kurun waktu tiga bulan terakhir ini semakin menjadi-jadi, puluhan preman berkedok sekuriti berkeliaran diarea ruko menguasai lahan parkir yang seharusnya dikelola pihak ruko Permata Ancol.

“Masalahnya itu soal lahan parkir, setahu saya ini kan di bawah manajemen Ruko Permata Ancol ya, tapi dengar-dengar ada oknum yang ingin menguasai lahan parkir di sini atau mungkin minta jatah sama manajemen,” kata Susanto kepada Wartawan, Kamis (10/1).

Tindakan para preman ini sangat meresahkan pemilik dan pengguna ruko, pasalnya mereka kerap melakukan  intimidasi.

“Terus terang mereka ini seperti jagoan, yang punya wilayah, nggak segan-segan interogasi orang atau mengintimidasi,” ujarnya.

Lokasi ruko Permata Ancol yang dekat dengan markas polisi sektor Pademangan bahkan tidak membuat para preman tersebut ciut nyali.

"Aparat kepolisian dari Polsek Pademangan yang bermarkas hanya beberapa meter dari lokasi tersebut terkesan tidak dapat berbuat banyak untuk menjaga keamanan dan ketertiban di tengah masyarakat," tambah Susanto.

Saat dikonfirmasi, Manajer Perhimpunan Penghuni Ruko Permata Ancol Tubagus Panji Kusuma membenarkan adanya konflik lahan parkir dengan oknum preman.

Diceritakannya, kejadian bermula saat oknum Ketua RW Kelurahan Pademangan Barat, Jakarta Utara berinisial EZ memberikan sebuah surat pada Rabu (26/12) lalu, isi surat tersebut sebuah permintaan untuk menghentikan kegiatan operasional mengenai perparkiran diwilayah Ruko Permata Ancol.

"Nah, beberapa hari kemudian tepatnya hari Senin tanggal 31 Desember 2018, oknum preman ini dengan semena-mena melakukan penutupan perparkiran," terang Tubagus Panji Kusuma.

Upaya penyelesaian yang dilakukan oleh UPT Perparkiran Suku Dinas Perhubungan Jakarta Utara dengan melibatkan Kapolsek, Lurah dan Camat setempat juga menemui jalan buntu.

Berdasarkan pengamatan di lokasi, mesin parkir di gerbang Ruko Permata Ancol terlihat ditutupi dengan terpal berwarna putih serta dipasangi garis polisi. (DK/Akuratnews)

Penulis:

Baca Juga