Program Keberlanjutan Dibuktikan ‘MAI’ Melalui Public Expose 2019

JAKARTA, akuratnews.com – Mandiri Amal Insani (MAI) membuktikan komitmennya untuk terus melakukan kegiatan positif membantu masyarakat yang membutuhkan melalui beberapa program yang telah dilakukan sejak tahun 2014 lalu.

Komitmen tersebut bukan hanya ditunjukkan dengan kegiuatan nyata di masyarakat, tetapi sebagai wujud menjaga transparansi dan kredibilitasnya sebagai lembaga kemanusiaan, MAI Foundation melaporkan kinerjanya melalui Public Expose 2019.

Dalam sambutannya Pembina MAI Foundation Agus Dwi
Handaya, mengatakan satu misi MAI Foundation yaitu terpercaya. Berkaitan dengan hal
tersebut, penting sekali bagi MAI sebagai lembaga kemanusiaan bertugas menghimpun dan menyalurkan dana zakat,
infak, sedekah, wakaf dan dana sosial lainnya dari masyarakat di Indonesia.

“Untuk dapat memegang amanah secara baik, selain capaian dan rencana, kesempatan ini
juga kami menyampaikan impact keberadaan MAI serta governance dalam
mengkawal amanah ZISWAF,” ujarnya di hadapan para penerima manfaat MAI, Pengurus, Pemerintah dan
Pembuat Kebijakan, Donatur, Karyawan dan awak media di
Rumah Makan Batik Kuring, SCBD, Jakarta Selatan, (14/2).

Dalam kesempatan yang sama Ketua Umum MAI
Foundation Tedi Nurhikmat,
menjelaskan MAI memiliki prosedur dan mekanisme dalam
menentukan ashnaf. Ashnaf penerima manfaat MAI seperti yang tertuang dalam Al
Quran surat At Taubah ayat 60 yang meliputi fakir, miskin, muallaf, riqab,
gharimin, amil, ibnu sabil dan fiisabilillah. Penentuan berhak dan layaknya
penerima manfaat dari proses pencatatan, proses scoring hingga proses
penyaluran juga didukung oleh SOP yang sudah berlaku di MAI.

“MAI juga memiliki Dewan Syariah yang berfungsi untuk menjaga lembaga dalam memonitor dan mengevaluasi Penyaluran agar sesuai syariahnya,” ujar Tedi Nurhikmat.

Gunakan Strategi Show Me the
Money

Pada Public Expose 2019 ini, MAI mengusung tema
'Philanthropy for Sustainable Development'. 
Menggunakan strategi Show Me the Money, MAI mempublikasikan Sustainable
Report (SR) dan Annual Report (AR) kepada muzakki dan masyarakat Indonesia
sebagai media pertanggungjawaban.

Adapun di tahun
2018, MAI
mengalami pertumbuhan penghimpunan yang melampaui target tahun 2018 yakni
sebesar 101%. Sementara untuk penyerapan dana, bidang penyaluran berhasil
mencapai angka 97% dari anggaran tahun 2018. Adapun untuk jumlah penerima
manfaat dari program yang dimiliki oleh Mandiri Amal Insani mencapai 119.350
jiwa atau 116% dari tahun sebelumnya.

Atas pencapaian
yang signifikan ini, menurut Direktur MAI Foundation Abdul Ghofur, MAI harus
terus berinovasi dalam hal kebermanfaatan program, pelayanan dan pelaporan
untuk menjaga kepercayaan donatur dan para stake holder.

“Kami berusaha memperlihatkan kebermanfaatan program yang dikelola MAI juga pelayanan dan pelaporan kepada donatur dan stakeholder agar kepercayaan mereka dalam menyalurkan dana ZISWAF-nya bisa berkelanjutan,” tutur Ghofur.

“Target
kita tahun 2019 untuk penghimpunan progresifnya Rp33,4 milyar. Untuk penyaluran optimal, maksimal diangka Rp39 Milyar, karena sampai
saat ini kita masih terus menyalurkan hasil dari tahun sebelumnya,” tambahnya.

Dalam menggulirkan
program-program, MAI tetap mengimplementasikan program pemerintah yang tertuang
dalam 17 butir Sustainable Development Goals (SDGs). Tujuan-tujuan yang
dicanangkan menjadi fokus atau tujuan pokok dari sebuah lembaga sosial,
khususnya lembaga zakat yaitu seperti pengentasan kemiskinan, kelaparan,
tercapainya kesejahteraan, air bersih dan sanitasi, pendidikan yang tuntas dan
berkualitas, serta terjaminnya kualitas hidup yang baik melalui layanan
kesehatan. MAI membagi program tersebut ke dalam 5 bina yaitu bina kesehatan,
bina sarana fisik, bina ekonomi, bina sosial dan bina ilmu.

Penulis:

Baca Juga