Ribuan Orang Terjebak dalam Kebakaran Hutan di Australia

Kebakaran Hutan di Australia
Kebakaran Hutan di Australia

Jakarta, Akuratnews.com - Ribuan turis dan warga di kota pesisir Mallacoota di Negara Bagian Victoria, Australia, terjebak di tengah semakin parahnya kebakaran hutan. Pada Selasa (31/12/2019), sirene darurat meraung-raung memperingatkan situasi bahaya.

Jalan utama keluar-masuk kota terputus, penduduk dan turis pun terpaksa berlindung di berbagai bangunan, termasuk gimnasium, atau kawasan tepi pantai.

Robert Phillips, salah satu pemilik supermarket di Mallacoota mengatakan kepada Reuters bahwa terdapat sekitar 45 orang yang berlindung di tokonya. Banyak pula yang beranjak ke dermaga utama kota itu.

"Ada titik api di seluruh tempat. Bara api bertiup ke mana-mana di jalan utama," tutur Phillips. "Banyak anak di sini yang kesulitan bernapas."

Australia tengah berjuang melawan kebakaran hutan besar-besaran, yang sebagian besar melintasi pantai timurnya, selama beberapa pekan terakhir. Kebakaran di Negeri Kanguru telah menghancurkan lebih dari empat juta hektare.

Pihak berwenang mengatakan pada Senin (30/12), mereka khawatir tiga orang tewas di New South Wales dan empat lainnya hilang di Victoria setelah kebakaran hebat di kedua negara bagian selama 24 jam terakhir.

Sejumlah rumah dan dan properti diperkirakan hancur, dan aliran listrik ke sejumlah kota yang berada di jalur kebakaran padam.

Kebakaran hutan telah menewaskan sembilan orang sejak Oktober, termasuk tiga relawan pemadam kebakaran.

Perdana Menteri Scott Morrison menuturkan upaya signifikan untuk memadamkan api akan berlanjut. "Saya khawatir, (upaya) itu dapat mencapai beberapa bulan mendatang."

"Bagi mereka yang berjuang memadamkan api, tolong tetap hati-hati, dan terus bekerja sama dalam masa sulit ini," kata PM Morrison.

Sejumlah orang yang terjebak di Mallacoota memuat foto-foto di media sosial yang menunjukkan langit di kota itu berwarna merah dan dipenuhi asap. Pihak berwenang menuturkan ada tiga tim pemadam kebakaran yang telah dikerahkan dalam upaya untuk memukul mundur api.

Komisaris pemadam kebakaran Negara Bagian Victoria Andrew Crisp menuturkan bahwa ada 4.000 orang berlindung di pantai. Di antara mereka adalah Mark Tregellas, seorang pensiunan polisi.

Kepada Reuters, Tregellas menuturkan, skala ancaman dan evakuasi saat ini belum pernah terjadi sebelumnya.

Presenter radio komunitas setempat, Francesca Winterson yang berlindung di sebuah bangunan di jalan utama kota mengatakan kepada Australian Broadcasting Corp bahwa sirene darurat disertai dengan peringatan yang disampaikan lewat pengeras suara agar orang-orang segera berlindung.

"Ini benar-benar mengerikan," kata Winterson. "Angin kencang, kami dikelilingi oleh langit merah, tersedak debu, dan bara api bertebaran di mana-mana. Kami benar-benar terisolasi."

Kebakaran hutan juga terjadi di pinggiran Sydney, menyelimuti kota pelabuhan itu dengan asap jelang pergantian tahun. Pemerintah setempat telah memastikan bahwa pesta kembang api pada malam tahun akan tetap diadakan, meski ada kritik keras.

Pihak berwenang mengonfirmasi pada Selasa bahwa banyak titik api muncul belakangan karena dipicu oleh sambaran petir. Sebagian besar wilayah timur Australia telah menderita kekeringan selama bertahun-tahun, menciptakan kondisi rentan kebakaran.

Penulis: Redaksi

Baca Juga