Diduga Kental Aroma Politis

RUPSLB Lima BUMN Bentuk ‘Perlawanan’ Rini Soemarno

Jakarta, Akuratnews.com - Rencana Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang akan dilakukan lima BUMN dalam waktu dekat ini dipandang menjauhkan kebijakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan dapat dilihat sebagai sebuah perlawanan seorang menteri terhadap kebijakan  presiden.

"RUPSLB ini diadakan injury time. Padahal Istana sudah menyatakan sampai Oktober tidak boleh ada kebijakan strategis. Yang jadi pertanyaan, ini kaitannya terkait kinerja atau politis," ujar Bhima Yudhistira, Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) di Jakarta, Selasa (20/8).

Analisis Bhima, alasan politis dilihatnya lebih kental ketimbang alasan kinerja. Kelima BUMN ini masing-masing PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (Mandiri), PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) serta PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN).

"Dari lima BUMN ini kinerjanya nggak buruk-buruk amat, bahkan salah satunya ada yang kinclong kinerjanya," papar Bhima.

Di tempat yang sama, aktivis 1998, Akhmad Yuslizar tanpa segan menyebut jika rencana RUPSLB lima BUMN ini merupakan bentuk 'perlawanan' dari Rini Soemarmo selaku Meneg BUMN kepada kebijakan Presiden Jokowi.

“Ini adalah bentuk 'perlawanan' dari Rini Soemarno. Agak aneh jika memaksakan hal ini, padahal kinerja BUMN ini masih oke," ujar Akhmad Yuslizar.

Disebutkan pria yang akrab disapa Yos ini, memang tidak ada aturan baku atau aturan secara hukum terkait pergantian direksi yang biasa terjadi saat RUPSLB.

"Tapi kan yang jamak terjadi, pergantian itu di awal tahun, kecuali bila terjadi kejadian luar biasa," papar Yos.

Bahkan Bhima berasumsi, jika terjadi pergantian direksi, hal tersebut terkait dengan kasus beberapa BUMN.

"Saya juga bisa menduga hal ini untuk mengamankan beberapa kasus yang menjerat beberapa BUMN," ucap Bhima.

Untuk diketahui, melalui Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengatakan Presiden Jokowi telah melarang jajaran menterinya untuk melakukan perombakan pada jabatan dan mengeluarkan kebijakan strategis di BUMN hingga Oktober 2019.

Dalam keterbukaan Bursa Efek Indonesia (BEI), Bank Mandiri dan BTN akan menggelar RUPSLB pada 28 Agustus 2019 di Kantor Pusat masing-masing

Sehari berikutnya giliran PGN yang akan menggelar RUPSLB dan BNI pada 30 Agustus. Terakhir, Bank BRI yang rencananya akan menyelenggarakan RUPSLB pada 2 September.

Penulis: Rianz
Editor: Redaksi

Baca Juga