Sikap Kalem Bank Sentral AS Membuat Dolar Turun

Dolar AS diakhir pekan kemarin sedikit tenang setelah sejumlah indikator ekonomi menunjukkan pendinginan.
Dolar AS diakhir pekan kemarin sedikit tenang setelah sejumlah indikator ekonomi menunjukkan pendinginan.

Jakarta, Akuratnews.com - Dolar AS turun pada perdagangan dipasar uang hari Rabu (09/01). Indek Dolar bahkan harus turun ke level terendah sejak Oktober, turun sebesar 0,79 % ke 95,15.



Sentimen negatif bagi Dolar AS muncul setelah Federal Reserve dalam risalah pertemuan FOMC bulan Desember kemarin, sebagaimana diumumkan ke publik, menyatakan prospek kenaikan suku bunga di masa depan akan dilakukan secara hati-hati.

Investor meninggalkan Dolar AS sebagai aset safe haven, dan mulai berani melakukan Risk Appetite seiring berkembangnya optimisme tentang pembicaraan perdagangan AS-China. Sementara itu berita bahwa China dan AS telah memperpanjang negosiasi perdagangan di Beijing untuk hari ketiga, di luar yang terjadwal sebelumnya, mendorong harga minyak dan kenaikan indek saham Asia dan Eropa.

Euro mendapatkan berkah dengan perkembangan ini. Setelah diawal perdagangan tergelincir, mengikuti data ekonomi Jerman dan Prancis yang buruk, euro kemudian pulih ke posisi tertinggi hingga ke level puncak dalam sekitar tiga bulan terakhir.

Mata uang tunggal Eropa ini menguat setelah beberapa pembuat kebijakan The Fed mengatakan pada bulan lalu mereka bisa “bersabar” tentang kenaikan suku bunga di masa depan. Beberapa pejabat bank itu juga tidak mendukung kenaikan suku bunga bank sentral di bulan itu, demikian menurut risalah rapat kebijakan 18-19 Desember.

Euro berakhir naik 0,89 % ke $1,1544, Sedangkan Poundsterling ditutup naik 0,58 % ke $1,2789. Euro sempat melepas keuntungannya setelah data perdagangan mengecewakan dari Jerman dan terlihat penurunan kepercayaan para konsumen di Prancis. Sehari sebelumnya, data regional menunjukkan output industri Jerman turun untuk bulan ketiga berturut-turut, menumbuhkan kekhawatiran para investor tentang perlambatan di wilayah tersebut.

Mata uang komoditas juga melonjak, didukung oleh pemulihan harga minyak dan ekspektasi optimismtis tentang pembicaraan perdagangan AS-China. Aussie dalam perdagangan AUDUSD berakhir naik 0,43 % ke AS$0,7169. Memantul dari posisi terendah dalam satu dekade di bawah $0,6800 yang disentuh pada awal bulan ini.

Sementara dalam perdagangan USDJPY, dolar AS ditutup turun 0,71 % ke ¥107,95.

Pada pasar uang, selama tidak terlihat situasi negatif seperti yang terjadi selama kuartal terakhir tahun lalu, pasar mungkin akan menitik beratkan pada perkembangan positif perdagangan. Terlebih jika pembicaraan AS – China belum rampung hingga batas waktu 1 Maret. (LH)

Penulis:

Baca Juga