Soal Rekonsiliasi Jokowi-Prabowo, Golkar Minta Moeldoko Jangan Banyak Ngomong!

Ketua DPP Partai Golkar, Andi Sinulingga. (Foto istimewa).

Jakarta, Akuratnews.com - Partai Golkar mengkritik pernyataan Kepala Kantor Staf Kepresidenan, Moeldoko terkait dengan pernyataannya menyikapi urgensi rekonsiliasi antara Jokowi dan Prabowo Subianto.

Sebelumnya Moeldoko menyatakan tak ada urgensi rekonsiliasi antara Jokowi dan Prabowo lantaran menganggu kinerja pemerintah. Moeldoko juga mengatakan, pihaknya tau mau terjebak dengan wacana pertemuan Jokowi-Prabowo guna membahas soal rekonsiliasi. Moeldoko tak mau antara elite akan terjebak dan tidak maju-maju.

Menurut Moeldoko, pembahasan rekonsiliasi justru akan menjadi hambatan bagi negara, karena hanya mementingkan kepentingan elite dan kelompok tertentu.

Atas pernyataan itu, Ketua DPP Partai Golkar, Andi Sinulingga menyarankan Moeldoko untuk tidak banyak berkomentar dan lebih fokus dalam menjalankan tugasnya. Sinulingga menilai pernyataan Moeldoko kontraproduktif dan tidak menyejukkan masyarakat.

"Lebih bagus kaya Pak Moeldoko kerja aja lah, jangan banyak ngomong yang kontraproduktif," ujar Andi di Hotel Denpasar, Kuningan, Jakarta, seperti dilansir situs nasional, Minggu (7/7/2019).

Kalaupun harus mengeluarkan komentar, kata Andi, ada baiknya Moeldoko dapat memberikan pernyataan yang menyejukkan bagi masyarakat yang belakangan rentan terprovokasi. "Pokoknya Pak Moeldoko itu kan elite, harus bisa menyejukkan lah, masyarakat kita rentan diprovokasi," Tandasnya.

Rekonsiliasi antara Jokowi dengan Prabowo memang tengah menjadi pembahasan hangat pasca penetapan Jokowi-Ma'ruf sebagai Pemenang pilpres 2019. Namun sejauh ini, belum ada tanda-tanda Prabowo bersedia rekonsiliasi dengan Kubu Jokowi. **

Penulis:

Baca Juga