Catatan Konfernas & Apel Kader Gerindra

Taklimat Prabowo

Akuratnews.com - Pagi itu, semua kader sepertinya punya perasaan yang sama. Apa gerangan keputusan Ketua Dewan Pembina, dalam hal sikap politik nasional kedepan. Bergabung, atau tidak bergabung kepemerintahan Jokowi. Apa alasannya?

Seperti biasa, bukit hambalang riuh rendah. Beberapa spot kegiatan tampak siap menyambut para undangan. Pagi itu tak lagi terasa dingin. Lagu-lagu kebangsaan berkumandang. Jalanan terasa sesak, desa Bojongkoneng mengalami “lebaran” lagi karena Gerindra.

Menuju taklimat Prabowo, acara tidak terlalu panjang. Hanya ada lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars Gerindra. Selanjutnya sidang dibuka oleh wakil ketua umum Edhy Prabowo yang berperan menggantikan Sekjen Ahmad Muzani. Beliau sedang lakukan tugas kenegaraan selaku Wakil Ketua MPR RI.

Penyampaian Taklimat dimulai. Prabowo sampaikan agar seluruh kader memberikan kepercayaan padanya. Kader diminta untuk yakin bahwa Prabowo tidak akan membawa Gerindra ke dalam jurang kehancuran. Partai yang ia dirikan dengan visi perubahan yang hingga saat ini kehadirannya dirasakan manfaatnya oleh rakyat Indonesia.

Partai Gerindra dan Prabowo lah yang pertama sekali bicara tentang kedaulatan pangan. Gagasan itu saat ini menjadi tema-tema sentral dalam diskusi dan program negara. Gerindra pula yang selalu bicara tentang pasal 33 UUD 1945.

Partai Gerindra dan Prabowo lah yang pertama sekali berbicara soal dana desa, undang-undang desa. Partai ini merasakan denyut jantung desa karena ia berdiri dari kekuatan HKTI dan KTNA. Sebuah entitas besar kaum tani dan nelayan di republik ini.

Partai Gerindra dan Prabowo lah yang kemudian berinisiatif menghadirkan undang-undang disabilitas. Sebuah cara untuk menjaga, mengayomi dan memperjuangkan hak-hak penyandang disabilitas.

Partai Gerindra dan Prabowo lah yang pertama sekali bicara tentang stunting. Sebuah realitas tentang buruknya gizi anak-anak Indonesia. Dan kemudian istilah ini menjadi populer dalam kebijakan-kebijakan politik dari pusat hingga daerah.

Prabowo dalam taklimat itu juga menyampaikan bahwa Gerindra telah menyampaikan gagasan-gagasan kebangsaan kepada Joko Widodo. Prabowo mempersilakan kepada Presiden terpilih untuk menjalankan gagasan tersebut. Jika Gerindra tidak bergabung, Gerindra akan mengabdikan dirinya untuk tetap menjaga persatuan dan kesatuan nasional.

Pada akhir Taklimat, Prabowo sampaikan tiga kisah sejarah pertarungan politik dunia yang berujung pada persatuan dan bangkitnya perekonomian negara-negara tersebut. Mereka yang berseberangan secara politik, yang mengakibatkan keterbelahan dukungan rakyat, kemudian menanggalkan perasaan-perasaan pribadinya. Memilih berangkulan tangan untuk menciptakan kemajuan. Dan kemudian, seperti yang kita ketahui hari ini; Amerika, Jepang dan India bangkit menjadi kekuatan ekonomi dunia.

Menghadapi tantangan kedepan, Prabowo memberikan nasehat kepada semua kader Gerindra. Bahwa perjuangan membangun persatuan untuk mewujudkan cita-cita nasional adalah perjuangan yang berat. Ia menekankan bahwa makian, hujatan, fitnah dan lain sebagainya itu tidak boleh dibalas dengan hal yang sama. Kader Gerindra harus tegar dan selalu berjuang dengan sungguh-sungguh. Pada suatu saat rakyat akan melihat dan menilai siapa yang sungguh-sungguh memperjuangkan nasib mereka.

Riuh dan gegap gempita tepuk tangan membahana dilangit hambalang. Kami menangkap sinyal keras panggilan jalan panjang perjuangan; Prabowo memberi pesan agar kader harus selalu gembira, semangat, sopan, santun dan bersih.

“..... Sebelum yang kuasa memanggil, kita harus terus berjuang....” Teriak Prabowo.

Baca Juga