Tangkal Hoaks, Ini Langkah yang Dilakukan Kemkominfo

Plt. Kabiro Humas Kemkominfo, Ferdinandus Setu, di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Jumat (19/10/2018). Foto: Rahmi/Akuratnews.com
Plt. Kabiro Humas Kemkominfo, Ferdinandus Setu, di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Jumat (19/10/2018). Foto: Rahmi/Akuratnews.com

Jakarta, Akuratnews.com - Pelaksana tugas (Plt) Kabiro Humas Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) Ferdinandus Setu mengatakan, ada tiga langkah yang dilakukan Kemkominfo dalam menangkal berita bohong atau hoaks.

"Iya, kami (Kemkominfo) punya tiga pendekatan," ujarnya kepada wartawan usai diskusi yang bertajuk 'Tahun Politik, Media Menangkal Hoax dan Fitnah' di Kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Jumat (19/10/2018).

Pertama adalah pendekatan hukum. Kata Ferdinandus, Kemkominfo punya Undang-Undang ITE Nomor 11 Tahun 2008 yang ancaman pidana bagi para pelaku hoaks itu selama 6 tahun dan denda Rp 1 miliar.

Kemudian, lanjut dia, langkah yang kedua adalah pendekatan teknologi informasi. Dimana Kemkominfo memiliki mesin crawling yang bisa mengais konten-konten hoaks di internet.

"Ketika ada konten yang kemungkinan hoaks, itu kemudian diverifikasi oleh 70 orang verifikator kita yang bekerja selama 24 jam dalam 1 hari, 7 hari 1 minggu tanpa henti," tukas dia.

Selanjutnya pendekatan ketiga adalah literasi digital. Kemkominfo memiliki gerakan nasional Siberkreasi yang bekerja sama dengan 90 lebih Institusi, Kementerian, Lembaga, Perguruan Tinggi Negeri dan BUMN.

Selanjutnya Ferdinandus atau yang biasa dipanggil Nando juga menjelaskan bagaimana cara mudah menetukan sebuah berita hoaks atau tidak. Yaitu dengan mengecek melalui saluran-saluran resmi negara atau pemerintah.

"Kalau kita di Kominfo punya saluran kominfo.go.id, kemudian punya informasi yang kami sampaikan selalu up to date melalui twitter kami di @kemkominfo bahkan di intagram kami di @kemenkominfo," pungkasnya.

"Artinya itu saluran yang paling mudah untuk mengecek apakah informasi itu hoaks atau bukan. Dan kalau masih ragu-ragu bisa kirim email di aduankonten@kominfo.go.id. Kami akan segera langsung kroscek, pengecekan verifikasi faktual dan kemudian kami sampaikan kepada publik itu hoaks atau berita bohong," tambah Nando. (Rhm)

Penulis:

Baca Juga