Tingkatkan Potensi Sumber Daya Laut, Investor Korsel Datangi Buton Selatan

Investor Korea Selatan saat mengunjungi Buton Selatan

Buton Selatan, Akuratnews.com - Pemerintah Buton Selatan (Busel) semakin menggeliat meningkatkan potensi sumber daya lautnya, hal ini menjadi pantauan serius oleh beberapa investor, salah satunya Korea Selatan.

Kedatangan investor asal negeri Gingseng ini adalah yang kedua kalinya, setelah dua minggu yang lalu Komisi investasi Luar Negeri, PT. BAM berkunjung untuk memastikan kebutuhan yang bisa di intervensikan di Buton Selatan.

Sekretaris Dinas Kelautan dan Perikanan Buton Selatan, Nafiruddin mengatakan, bahwa kedatangan mereka akan berinvestasi dibidang kelautan dan perikanan, salah satunya pembangunan cold storage modern. Dalam kunjungan kali ini, melihat langsung potensi daerah di Kecamatan Kadatua dan Siompu, Sabtu (31/8/2019).

"karena pulau ini masih kekurangan energi, mereka akan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) disemua pulau yang ada di Kabupaten Buton Selatan", ungkapnya.

Dikatakan Nafiruddin, PT. BAM akan memulai kerjasamanya melalui Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Buton Selatan.

Nafiruddin mengungkapkan, dari hasil pertemuan dengan investor tersebut pada Kamis 28 Agustus 2019, dirinya memenggal sebuah kalimat bahwa ketertarikan mereka berinvestasi karena Busel memiliki potensi besar disektor perikanan.

"Potensi perikanan busel itu banyak, diantaranya ikan layan, tongkol, cakalang dan tuna, namun mereka lebih fokus ke tuna dan cakalang, bahkan dalam waktu dekat akan mengadakan kapal dengan kapasitas 3-4 gross ton untuk armada penanggap tuna, 700 kapal dan 700 rumpon", kata Nafi.

Menurutnya, mereka sangat terkesan dengan plt. Bupati Busel, H. Arusani yang dengan gaya enerjiknya mengawal setiap langkah para investor ke lapangan sembari menunjukkan beberapa lahan yang bisa dijadikan area kegiatan nantinya.

Semua yang dibutuhkan untuk memperlancar kegiatan dan demi masyarakat Buton Selatan, pemerintah akan berupaya menyiapkannya namun tentunya karena ini adalah urusan pemerintah harus sesuai peraturan yang berlaku, kata Navi mengutip percakapan Plt. Bupati Busel.

Navi mengingatkan, setiap investasi akan melibatkan masyarakat, bahkan bantuan armada akan d serahkan langsung ke penerima manfaat.

Berbicara industri menurut Navi, tentu akan membutuhkan tenaga kerja. Jumlah yang dibutuhkan belum bisa di tentukan tapi karena ini adalah proyek besar tentunya akan membutuhkan tenaga kerja yang besar juga.

Melalui kesempatan ini pula, Pemerintah daerah berharap proyek ini dapat memberikan manfaat yang besar terhadap masyarakat Busel, baik secara ekonomi, sosial, ataupun budaya.

Ditempat yang berbeda, Plt. Bupati Busel H. La Ode Arusani, mengakui bahwa dalam pengembangan perikanan di Busel sangat membutuhkan armada dan teknologi penangkapan ikan agar dapat membantu nelayan dalam meningkatkan hasil produksi, efisiensi dalam melakukan kegiatan penangkapan, serta menjaga kwalitas ikan karena dengan kwalitas yang baik akan menjaga stabilitas harga.

"Untuk menjaga itu keberadaan cold storage kapasitas besar sangat di butuhkan, Alhamdulillah pihak investor justru siap untuk merealisasikannya", pungkas mantan wakil Bupati Busel ini.

Penulis: Key
Editor:Redaksi

Baca Juga