Babak Baru Kasus Meikarta

Toto Laporkan Edi Dwi Soesianto Ke Polrestabes Bandung

Bandung, Akuratnews.com- Kasus Meikarta memulai babak baru, Bartholomeus Toto (BT) pada hari Selasa, 10 September 2019, telah melaporkan Edi Dwi Soesianto (EDS) ke Polrestabes Bandung. Dasar pelaporannya adalah fitnah dan pencemaran nama baik yang diduga telah dilakukan oleh Edi Dwi Soesianto terhadap dirinya.

Dalam sebuah konfirmasi mengenai hal tersebut diatas,  pengacara dari Bartholomeus Toto yaitu , Supriyadi, SH, MH. mengatakan.

“Betul kami telah melaporkan Edi Dwi Soesianto terkait keterangan fitnah dan pencemaran nama baik sesuai Pasal 310 UU KUHP, dimana Edi Dwi Soesianto dalam persidangan Tipikor Bandung atas terdakwa Billy Sindoro dkk. yang terbuka untuk umum tanggal 14 Januari 2019 sudah memfitnah klien kami", jelas Supriyadi melaui siaran pers yang diterima Akuratnews.com, pada Jum'at, (13/9/19).

Lebih lanjut Supriyadi  menjelaskan bahwa  dirinya  telah menyerahkan bukti-bukti kuat kepada pihak penyidik kepolisian. menurutnya  pengakuan Edi Dwi Soesianto, yang menyatakan bahwa kliennya  telah mengetahui, menyetujui dan memberikan uang sebesar Rp. 10.5 Milyar kepada Neneng Hasanah Yasin (mantan Bupati Bekasi) disebutnya sebagai  fitnah. Sehingga merugikan kliennya yang saat ini dijadikan sebagai tersangka oleh KPK.

“Klien kami sangat dirugikan dan terpukul dirinya dijadikan tersangka KPK, nama baiknya telah dicemarkan di publik, dan klien kami akan terus berjuang untuk mencari kebenaran dan memperoleh keadilan”, lanjut  Supriyadi.

Kemudian Supriyadi juga menambahkan bahwa mantan direksi PT. Lippo Cikarang Tbk, Melda Peni Lestari sendiri sudah membantah kalau dirinya menerima uang tunai dari kliennya.

“Sebetulnya mantan sekretaris direksi PT Lippo Cikarang Tbk, Melda Peni Lestari, juga sudah membantah bahwa dia pernah menerima uang tunai sebesar Rp. 10.5 Milyar dari klien kami, dan dia juga membantah telah menyerahkan uang sebesar Rp. 10.5 Milyar kepada Edi Dwi Soesianto.  Saya tidak mengerti mengapa selama ini tidak ada pihak yang mau meneliti lebih jauh terhadap kejanggalan tuduhan kepada klien kami. Dengan melakukan Audit Forensik keuangan terhadap PT Lippo Cikarang Tbk pembuktian sangat mudah”. tutup Supriyadi.

Seperti yang telah dilansir media massa, Toto telah dijadikan tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (“KPK”) terkait dengan dugaan pemberian gratifikasi perijinan proyek Meikarta. KPK menduga Toto telah memberikan gratifikasi sebesar Rp. 10.5 Milyar kepada Neneng Hasanah Yasin, mantan Bupati Bekasi, untuk memuluskan IPPT proyek Meikarta.

Penulis: Irish
Editor: editor

Baca Juga