Ujian Nasional di Hapus, Hanya Wacana

Akuratnews.com - Ujian Nasional sudah ada sejak tahun 1950, pada saat itu namanya bukan Ujian Nasional melainkan Ujian Penghabisan. Seiring berkembangnya zaman dan tahun Ujian Nasional mengalami berbagai perubahan nama serta juga mengalami berbagai perubahan sistematikanya. Ujian Nasional yang masih berlaku pada saat ini itu Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), UNBK ini mulai diberlakukan sejak tahun 2014 namun itu hanya sebagian kecil sekolah yang sudah menerapkannya. Pada tahun 2017, jumlah sekolah yang mengikuti UNBK melonjak tajam dan terus meningkat.

Ujian Nasional merupakan salah satu program untuk melihat prestasi siswa yang diharapkan angka kelulusan mencapai 100%, namun menurut Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), bahwa tingkat kelulusan UN jenjang SMA/MA tahun 2014 hanya mencapai 99,52%. Dari total peserta UN SMA/MA yang berjumlah 1.632.757 siswa, masih ada 7.811 (0,48%) siswa dinyatakan tidak lulus. Meskipun kelulusan tersebut sudah dikatakan baik, namun perlu ditingkatkan lagi supaya mencapai kelulusan 100%.

Tapi baru-baru ini sedang hangat diperbincangkan mengenai penghapusan Ujian Nasional, sebenarnya rencana penghapusan Ujian Nasional ini pernah mengemuka pada tahun 2015 ketika Anies Baswedan menjabat sebagai Mendikbud. Anies mengatakan bahwa Ujian Nasional bukanlah hal yang menentukan lulusnya siswa, melainkan hanya sebagai sarana pemetaan pendidikan nasional dan untuk membantu seleksi ke jenjang berikutnya (katadata.co.id 02/12/2019).

Wacana penghapusan Ujian Nasional ini sempat mencuat setelah sebelumnya dalam rapat bersama (26/11/2019) antara Direktorat Jendral Pendidikan Daerah dan Menengah, staff khusus Mendikbud dan Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) berencana mengkaji kembali pelaksanaan Ujian Nasional (Kompas.com, 30/11/2019).

Sebulan setelah dilantik sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim mengkaji penghapusan Ujian Nasional. Hal tersebut dilakukan untuk mencegah stres pada siswa. Nadiem mengatakan “menghindari hal negatif dari sisi stress, lalu (agar tak) menghukum siswa yang mungkin kurang kuat dibidangnya”. Ia mendapatkan aspirasi dari guru, orang tua murid, dan murid yang ingin menghindari efek buruk Ujian Nasional. Penghapusan Ujian Nasional baru akan berlaku pada tahun 2021, karena saat ini Mendikbud masih mengevaluasi pelaksanaannya (katadata.co.id, 02/12/2019).

Ketua Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) Abdul Mu’ti mengatakan, belum ada keputusan resmi tentang kesepakatan Kemendikbud untuk menghapus Ujian Nasional. Pembahasan yang dilakukan Kemendikbud dan BSNP sebatas kebijakan untuk meningkatkan mutu pendidikan. Meskipun begitu sudah ada dua pilihan yang berkembang mengenai rencana ini (katadata.co.id 02/12/2019).

Berdasarkan penuturan Sekertaris BSNP Arifin Junaidi kepada Tempo, pilihannya antara menghapus UN atau tetap mengadakan UN namun tidak diperuntukkan pada siswa kelas III Sekolah Menengah Atas (SMA) ataupun Sekolah Menengah Pertama. Menurutnya, UN akan dikhususkan bagi siswa kelas VIII SMP dan XI SMA. “Tapi sampai saat ini belum ada final, yang sudah final itu UN tetap ada pada tahun 2020” jelasnya (katadata.co.id, 02/12/2019).

Adanya Ujian Nasional memang berguna untuk melihat prestasi siswa dan untuk mengukur kemampuan siswa selama menjalani pembelajaran, walaupun memang tidak bisa sepenuhnya Ujian Nasional digunakan sebagai tolak ukur suatu prestasi yang diraih oleh siswa. Akan tetapi sebgaian besar siswa mengeluhkan adanya Ujian Nasional, mereka mengeluh dan merasa terbebani dengan adanya Ujian Nasional ini. Siswa beranggapan bahwa Ujian Nasional hanya menambah beban pikiran mereka yang nantinya bisa membuat stres. Mungkin dengan adanya rencana penghapusan Ujian Nasional ini akan membuat siswa merasa sedikit lega.

Rencana penghapusan Ujian Nasional ini juga disambut baik oleh para guru, orang tua murid, dan murid. Walaupun ini masih dalam tahap rencana dan masih dilakukan pengkajian ulang terkait dengan pentiadaan Ujian Nasional. Tapi adanya kabar mengenai hal ini sudah disambut gembira terutama oleh sebagian besar siswa.

Baca Juga