Viral di Media Sosial, Aksi Seorang Ibu yang Berjuang Dapatkan Ganja Medis untuk Sang Anak

Foto seorang ibu meminta tolong agar ia bisa mendapatkan ganja medis untuk anaknya yang mengidap penyakit Cerebral Palsy, viral di media sosial
Foto seorang ibu meminta tolong agar ia bisa mendapatkan ganja medis untuk anaknya yang mengidap penyakit Cerebral Palsy, viral di media sosial

AKURATNEWS - Seorang ibu menjadi viral di sosial media karena membawa poster yang meminta tolong agar ia bisa mendapatkan ganja medis untuk anaknya.

Kejadian tersebut berlangsung pada Car Free Day (CFD) di Bundaran HI, Jakarta Pusat, Minggu, 26 Juni 2022 kemarin.

Sontak saja, aksi ibu tersebut ramai disorot netizen lantaran ia membawa tulisan berisi tuntutan kepada Mahkamah Konstitusi.

Foto aksi seorang ibu yang diketahui bernama Santi itu di unggah beberapa media sosial, salah satunya oleh akun twitter @andienaisyah.

"Tadi di CFD, ketemu seorang Ibu yang lagi brg anaknya (sepertinya ABK) bawa poster yang menurutku berani banget .. Pas aku deketin beliau nangis .." tulis akun @andienaisyah yang dikutip, Senin, 27 Juni 2022.

Dalam postingan twitter tersebut juga menjelaskan bahwa sang ibu membawa anaknya yang mengidap penyakit Cerebral Palsy.

Cerebral Palsy merupakan kondisi yang mempengaruhi gerakan dan koordinasi tubuh. Kondisi ini disebabkan oleh kerusakan otak yang berkembang sebelum, selama, atau sesaat setelah lahir.

Foto aksi seorang ibu yang meminta tolong agar ia bisa mendapatkan ganja medis itu juga diunggah oleh akun media sosial Dwi Pertiwi.

Dwi Pertiwi merupakan ibu dari almarhum Musa, anak pemohon uji materi larangan ganja untuk medis, yang meninggal di usia 16 tahun, pada Desember 2020 usai berjuang melawan Cerebral Palsy.

Dwi bercerita ibu tersebut, memiliki anak semata wayang yakni Pika, yang juga berjuang melawan cerebral palsy dan kerap mengalami kejang setidaknya dua kali dalam seminggu.

Sayangnya, kondisi Pika menurut Dwi terus melemah jika kejang kerap terjadi, baik dari kemampuan motorik hingga kognitif.

"Seperti aku utarakan berkali-kali, bahwa kejang adalah momok bagi semua orang tua anak yang menderita lumpuh otak. Dan pengalamanku membuktikan hanya ganja yang mampu menghentikan kejang tanpa efek samping," cerita Dwi, mengenang pengobatan sang anak.

Sebagai ibu yang juga turut merasakan derita perjuangan Santi, ia merasa Pika layak mendapatkan hak untuk sembuh dengan harapan Mahkamah Konstitusi segera melegalkan ganja medis untuk pengobatan.

"Santi berjuang supaya tidak ada lagi Musa-Musa lainnya yang harus meregang nyawa hanya karena kami masih menunggu kepastian dari yang mulia Mahkamah Konstitusi," terang dia.***

Penulis: Ahmad Amarel
Editor: Ahyar

Baca Juga