Wajib Baca Nih Guys, Leo Asali Berbagi Tips dalam Merintis Bisnis Bagi Milenial

Leo Asali
Leo Asali

AKURATNEWS - Merintis dan memiliki usaha sendiri jadi impian banyak anak muda saat ini. Mereka yang lahir di periode 1980 sampai 1995 atau dikenal sebagai kaum milenial kian tertarik untuk memulai bisnis sendiri, terutama di kondisi pandemi saat ini yang menuntut mereka untuk memperoleh penghasilan tambahan.

Tren ini rupanya juga diikuti oleh generasi yang lebih muda yakni Gen Z yang lahir di periode 1996 hingga 2016.

Namun, baik Milenial maupun Gen Z, mereka menghadapi masalah yang sama ketika mau memulai bisnis mereka.

"Banyak di antara mereka tidak mempunyai pengalaman, bingung dan ragu mengambil setiap keputusan penting dalam bisnis sehingga semakin lama untuk berkembang dan berjalan sampai ke tujuan yang diinginkan," ujar selebgram yang saat ini sedang populer, Leo Asali, Selasa 15 Juni 2021.

Menjawab tantangan tersebut, pria pemilik LA STORE ini membeberkan beberapa tips memulai bisnis usaha rintisan atau startup buat Milenial dan Gen Z.

1. Tak Ada yang Instan

Seringkali untung besar di awal bisnis jadi impian banyak pebisnis pemula. Padahal, dalam berbisnis ada proses yang harus dilalui.

Pemilik akun IG @leo_asali itu mengatakan, orang yang saat ini terlihat sukses dalam bisnisnya, tentu mereka sudah melewati berbagai proses dan menjalani proses itu dengan penuh kesabaran.

Jadi menurutnya, jangan membayangkan keuntungan instan saat baru memulai bisnis. Justru yang terpenting adalah kelangsungan bisnis itu sendiri agar bisa bertahan di jangka panjang.

"Jika anda melihat orang sedang berada di puncak kesuksesan, harus selalu ingat, berapa lama waktu dia telah mengorbankan waktu, pikiran, tenaga, uang, dan keluarganya untuk sampai di titik itu? Kuncinya harus sabar dan jangan terburu-buru dalam menjalani bisnis," tegas dia.

2. Jangan Takut Gagal

Bagi pebisnis pemula, kegagalan sering kali jadi hal menakutkan yang selalu dihindari. Padahal menurut Leo, kegagalan bisnis bisa jadi pelajaran untuk memulai bisnis yang baru agar tidak terjerumus di kegagalan yang sama.

"Mencoba segala hal walapun kebanyakan gagalnya, dan satu hal yang terpenting hati nurani tidak boleh tumpul, harus selalu diasah," tuturnya.

3. Disiplin

Menyeimbangkan antara hasrat dan target jangka panjang dalam berbisnis memang bukan hal mudah. Banyak pebisnis pemula yang 'menghalalkan' segala cara untuk memperoleh pendapatan instan padahal justru kondisi itu yang seringkali merusak bisnis dan membuatnya tak berumur panjang.

Butuh kedisiplinan dan kesabaran, agar hasrat jangka pendek tidak sampai merusak target atau rencana jangka panjang dari bisnis yang sedang dirintis.

"Nikmati semua proses yang ada, baik proses baik ataupun buruk, keduanya itu bermanfaat bagi kita di masa yang akan datang. Keep slow and keep moving, thats the point," pungkas Leo.***

Penulis: Redaksi

Baca Juga