Film Tentang LGBT

Wasekjen MUI: Muslimin Tolak Film ‘Kucumbu Tubuh Indahku’

Adegan di Film 'Kucumbu Tubuh Indahmu' karya sutaradara Garin Nugroho yang menuai kontroversi karena dianggap mengangkat citra kaum Homo penari Lengger Lanang. (Foto youtube)

Jakarta, Akuratnews.com - Film besutan sutradara Garin Nugraha 'Kucumbu Tubuh Indahku' disebut-sebut sebagai film tentang LGBT yang menuai kontroversi dan mulai ditolak pemutarannya di berbagai kota di Indonesia. Salah satunya adalah Kota Depok.

Film yang menceritakan tentang perjalanan hidup seorang penari lengger Lanang (Laki-laki) yang diklaim diangkat dari nyata kaum marjinal yang sejak kecil berekspresi menjadi penari, lengkap dengan orientasi seksual yang berbeda dari lelaki normal.

Walhasil, film ini pun menuai kontroversi karena memuat adegan percintaan kaum homo, seperti adegan pelukan antara lelaki sambil tidur di ranjang; Meskipun tidak bugil, namun tetap saja berekspresi homo dan terlarang bagi normaa-norma masyarakat normal di Indonesia..

Sebelumnya, Pihak Pemerintah Kota Depok dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Depok resmi melarang film tersebut ditayangkan di bioskop seluruh wilayah Kota Depok karena menilai konten yang disajikan dalam film tersebut melanggar norma agama.

Wali Kota Depok Mohammad Idris, melarang film Kucumbu Tubuh Indahku ditayangkan di bioskop di Depok. Film tersebut dinilai kental dengan unsur hubungan seksualitas sesama jenis.

Langkah serupa juga dilakukan MUI Kota Depok, dengan mengedarkan bahkan menyurati ke Wali Kota Depok untuk melarang penayangan film tersebut.

MUI Pusat Pertanyakan Badan sensor

Sementara Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Tengku Zulkarnain mempertanyakan kenapa film yang menyoal LGBT itu bisa lulus sensor.

“Apakah ini bukti LGBT Sudah dibebaskan di negeri Ini? Kenapa film rusak begini bisa lolos sensor?,” tulis Kyai Tengku di akun Twitter miliknya, Jumat (26/4/2019). Kyai Tengku menilai film tersebut tak ada manfaatnya bagi masyarakat Indonesia. Dengan tegas, dia pun meminta bagi kaum Muslimin menolak film tersebut.

“Apa guna film begini dalam pembinaan moral di negara Pancasila dan negara berketuhanan yang Maha Esa? Muslimin Tolak!,” tegasnya.

Penulis:

Baca Juga