Wow… Tiga Mahasiswa Unpad Gagas Pembungkus Jenazah Covid-19 Dari Singkong

Bandung, Akuratnews.com - Tiga mahasiswa Universitas Padjadjaran (Unpad) menggagas penelitian penggunaan plastik ramah lingkungan atau biodegradable dari bahan pati singkong untuk membungkus jenazah pasien Covid-19.

Seperti diketahui, proses pemulasaran jenazah pasien Covid-19 yang menerapkan protokol kesehatan yang ketat, mensyaratkan membungkus jenazah dengan plastik untuk mencegah tak adanya cairan yang keluar dari jenazah.

Sayangnya, kata dia, hal itu menjadi persoalan bagi kelestarian lingkungan. Pembungkusan jenazah menggunakan plastik menjadi masalah mengingat plastik merupakan komponen yang sulit diurai dalam tanah.

Butuh waktu paling cepat 100 tahun agar plastik bisa terurai. Jika kematian Covid-19 terus bertambah, hal ini berpotensi meningkatkan pencemaran lingkungan.

Berdasar tinjauan dari sejumlah literatur dari jurnal penelitian yang telah ada, tiga mahasiswa Unpad yakni Adira Rahmawaty, Muhammad Ilfadry Rifasta, dan Salsa Sagitasa mencoba membuktikan jika pati singkong terbukti sebagai bahan plastik yang paling bagus dan mudah terurai.

"Kami melihat, plastik ramah lingkungan yang terbuat dari pati singkong ini lebih cepat terurai dari plastik biasanya," kata Adira seperti dilansir dari unpad.ac.id, Sabtu (17/10).

Meski begitu, Adira mengakui biodegradable berbahan singkong ini masih rentan sobek dan rapuh. Oleh karenanya, pati singkong dicampur dengan sejumlah komposisi kitosan sebagai plasticizer.

"Tim kami memodifikasi beberapa zat tambahan yang ditambahkan ke dalam pembuatan pati singkong ini untuk memperkuat dari segi ketahanan pada air dan tidak mudah robek," ujarnya.

Adira melanjutkan, nantinya plastik berbahan pati singkong akan terurai dalam waktu 12 hari untuk ukuran satu milimeter.

Jika asumsi penggunaan plastik untuk membungkus jenazah adalah sebesar dua meter persegi, waktu yang diperlukan untuk terurai di tanah hanya enam bulan.

Selanjutnya 1 2

Baca Juga