Wujudkan Nawacita Kesehatan, Sint Carolus Gelar International Nursing Conference

Jakarta, Akuratnews.com - Dalam rangka mewujudkan nawacita Presiden Republik Indonesia dalam bidang peningkatan kesehatan masyarakat, perhimpunan tenaga pendidik dan mahasiswa dari Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sint Carolus mengadakan Seminar yang bertajuk International Nursing Conference.

Acara ini turut dihadiri oleh berbagai narasumber dari dalam dan luar negeri, sekaligus turut mengundang perwakilan dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) dan perwakilan Kementerian Kesehatan.

Acara ini di maksudkan supaya para peserta didik dan calon calon tenaga kesehatan khususnya perawat dapat meningkatkan mutu serta kualitas yang mumpuni di bidangnya.

Ketua Internasional Nursing Conference, Risma Yuniarlina menamparkan supaya, dalam kegiatan yang terselenggara itu dapat meningkatkan SDM dan mutu pelayanan. Ia juga berharap ajang Internasional itu sendiri bukan hanya perawat saja, akan tetapi kegiatan perdana tersebut dapat dipaparkan kepada tenaga kesehatan lainnya.

“Acara ini adalah acara ilmiah yang dilakukan secara perdana oleh Institusi Pendidikan Sint Carolus, Diharapkan dapat meningkatkan SDM-SDM melalui penelitian, supaya mereka bisa meningkatkan mutu pelayanan yang diberikan itu salah satunya,” ucapnya disela kegiatan, Sabtu (5/10/2019.

Selain itu, dalam Konferensi Internasional ini, dipaparkan juga bahwa nantinya seluruh tindakan atau asuhan keperawatan akan dilakukan oleh tenaga robot, jelas perkembangan ini sangat diragukan oleh beberapa tenaga medis yang hadir dalam acara ini.

Ketua Yayasan Pendidikan Sint Carolus, Drs. Roy Tjiong Tat Tjioe juga memaparkan bahwa Tindakan Keperawatan yang dilakukan oleh robot sangat ia ragukan, tindakan keperawatan atau yang dikenal dengan nama asuhan keperawatan harus dilakukan oleh tenaga atau sumber daya manusia karena asuhan keperawatan tersebut harus berlandaskan cinta kasih, sementara jika dilakukan oleh tenaga robot akan sangat minim dan tidak berlandaskan cinta kasih.

“Tidak ada profesi yang kebal termasuk profesi kesehatan. Artinya semua profesi bisa direduksi oleh SOP, isu bahwa tindakan keperawatan yang nantinya akan dilakukan oleh tenaga robot, jujur, saya tidak percaya, tindakan atau asuhan keperawatan harusnya tetap dilakukan oleh tenaga kesehatan supaya tenaga kesehatan merawat pasiennya dengan hati," ungkapnya.

Penulis: Yandi Permana
Editor: Redaksi

Baca Juga