Beranda Opini Ketika Politik Memproduksi Dan Menghalalkan Segala Cara

Ketika Politik Memproduksi Dan Menghalalkan Segala Cara

71
0
BERBAGI
alterntif text

“Tulisan ini bertujuan membuka mata kebenaran publik atas fitnah blog beritatribun terhadap SBY dan ketidak adilan pemerintah memperlakukan situs-situs berita on line”

 

Jakarta, Akuratnews.com – Di group WA dan beberapa media sosial lainnya beredar sebuah link https://beritatribun.wordpress.com/2016/12/11/ yang dengan berani menuliskan sebuah tulisan yang dikemas seolah-olah sebuah berita hasil jurnalistik yang menuding SBY dan Koalisi Cikeas sebagai pihak yang menyuruh dan membiayai Dian Yuli Novi terduga rencana teror bom yang ditangkap di Bekasi beberapa hari lalu.

Tidak jelas sumber berita tersebut, tidak jelas siapa pengelola situs tersebut dan tidak jelas siapa yang menuliskan tulisan tersebut. Tapi jika melihat linknya, portal tersebut adalah sebuah blog yang dikemas layaknya sebuah portal media online. Dan yang mengagetkan adalah portal tersebut mencantumkan link-link tertentu yang berhubungan dengan judi, agen togel hingga agen sabung ayam. Sebuah portal yang menawarkan pelanggaran hukum, jadi wajar tulisannya juga melanggar hukum dan bukan produk jurnalistik.

Tuduhan Fitnah kepada SBY dan Koalisi Cikeas

Siapa dibalik beritatribun tersebut dan apa tujuannya harus menuliskan sebuah artikel yang tidak jelas dan bermuatan fitnah tersebut? Kita belum bisa jawab siapa, tapi kita bisa pastikan jawaban tentang tujuan dan motifnya adalah politik. Politik dalam hal ini juga kaitan dengan Pilkada DKI Jakarta.

Artikel sumir atau tidak jelas tersebut memang tidak secara langsung menyebut SBY adalah Soesilo Bambang Yudhoyono, dan sebutan Koalisi Cikeas juga tidak jelas karena memang selain cikeas yang luas, koalisi cikeas juga tidak pernah ada. Namun bila ditinjau dari sudut komunikasi publik, identitas SBY itu identik dengan Soesilo Bambang Yudhoyono yang memang juga berdomisili di Cikeas. Sehingga dari sudut komunikasi dan mengkonstruksinya secara hukum, yang dituding adalah SBY dari Cikeas yang juga Presiden RI Ke 6.

Mengapa SBY yang jadi sasaran fitnah? Putra pertama SBY yaitu Agus Harimurti Yudhoyono adalah Calon Gubernur DKI Jakarta saat ini. Sehingga SBY menjadi target fitnah dan pembunuhan karakter karena para buzzer politik yang gentayangan di dunia maya tidak menemukan cacat politik Agus HY sehingga target dialihkan ke SBY. Inilah buruk dan jahatnya politik. Agenda politik menjadi ajang dan moment memproduksi fitnah dan menghalalkan segala cara seperti tudingan beritatribun tersebut. Padahal fakta nyata DYN diwawancara salah satu stasiun TV besar secara eksklusif tidak pernah menyebut SBY tapi menyebut dikendalikan oleh BN dari Suriah.

Ketidak adilan perlakuan pemerintah

Yang menarik lagi kita cermati adalah sikap pemerintah dalam hal ini Kementerian Komunikasi dan Informatika yang terkesan sangat tidak adil dalam menyikapi portal-portal di dunia internet. Seperti kita ketahui, Kemkominfo begitu sigap menutup portal berita yang dianggab berseberangan dengan pemerintah seperti portal-portal media Islam dan Citizenjournalism.com yang kemudian memunculkan protes dari pengelola. Portal ditutup dengan alasan memuat konten ilegal. Alasan aneh meski kita mencoba menerima kebijakan tersebut dengan pasrah.

Namun pertanyaan, mengapa Kemkominfo tidak menutup portal beritatribun.wordpress tersebut diatas padahal kontennya jelas-jelas menawarkan konten judi dan berita fitnah? Apakah karena bukan pemerintah yang diserang sehingga pemerintah diam saja?

Kita berharap bahwa Pemerintah dalam hal ini Kemkominfo akan segera bersikap sesuai ketentuan. Ketentuan dan aturan tidak boleh diterapkan hanya kepada pihak yang berseberangan dengan pemerintah, tetapi harus diterapkan secara adil dan sama terhadap semua pihak. Ini penting karena jika pemerintah tidak adil, maka niscaya politik yang dijalani bangsa ini akan menjadi pendidikan sangat buruk bagi masa depan bangsa dan negara. Kemkominfo harus segera menutup dan memblokir portal tersebut sama dengan portal lain yang ditutup.

PenulisĀ Oleh : Ferdinand Hutahaean

alterntif text

LEAVE A REPLY