3 Negara ini Kerjasama sebagai Respons Atas Kebijakan Beijing di Laut China Selatan

Kapal induk Amerika Serikat/Istimewa
Kapal induk Amerika Serikat/Istimewa

Meski tidak ada pernyataan dari tiga negara itu bahwa kerja sama ditujukan untuk menghadapi kuasa China di kawasan Indo-Pasifik, tapi pernyataan Biden menunjukan jika kerja sama ini merupakan salah satu bentuk tanggapan atas kebijakan ekspansionis Beijing di Laut China Selatan dan meningkatnya permusuhan terhadap Taiwan.

“Kita harus mampu mengatasi lingkungan strategis saat ini di kawasan ini, dan bagaimana hal itu dapat berkembang, karena masa depan masing-masing negara kita dan bahkan dunia, bergantung pada Indo-Pasifik, yang bebas dan terbuka yang bertahan dan berkembang di beberapa dekade ke depan, ”kata Biden.

Sedangkan Inggris mengatakan, ketiga negara itu adalah sebuah aliansi yang solid meski mungkin terpisah secara geografis, yang mana akan menciptakan kerja sama pertahanan baru dan mendorong lapangan kerja.

Beralih ke rencana pembangunan kapal selam bertenaga nuklir di Australia, Johnson mengatakan, apabila itu akan menjadi salah satu proyek yang paling kompleks dan membutuhkan teknologi paling canggih.

Sementara itu, rencana pembangunan kapal selam tersebut mempengaruhi berakhirnya kontrak yang ditandatangani Australia dengan perusahaan pembuat kapal asal Prancis, Naval Group, yang dibuat 2016 lalu.

Menanggapi hal ini, mantan Duta Besar Prancis untuk AS, Gérard Araud, mengatakan jika AS dan Inggris telah 'menikam' Prancis dari Belakang di Australia.

Sedangkan pihak Naval Group yang telah dikontrak untuk membangun 12 kapal selam serang mengatakan, perjanjian tersebut sangat mengecewakan.

Selain kerja sama di bidang teknologi angkatan laut, kerja sama tersebut akan melibatkan penyelarasan yang lebih erat pada kebijakan dan tindakan regional.

Selanjutnya 1 2 3
Penulis: Angelica
Editor: Ahyar

Baca Juga