5 Media China Dicurigai sebagai Agen Mata-mata Partai Komunis

Jakarta, Akuratnews.com - Pemerintah Amerika Serikat menduga lima outlet media China sebagai agen mata-mata pemerintah China, dan menyebutkan propaganda yang disponsori oleh Partai Komunis China.

Dilansir South China Morning Post, Rabu (19/2/2020), lima media tersebut di antaranya China Global Television Network (CGTN), China Radio International, China Daily, Hai Tian Development USA, dan Xinhua.

Kelima media tersebut dianggap sebagai "misi asing", dan harus mendaftarkan staf mereka ke Departemen Luar Negeri AS dengan cara yang sama seperti yang dilakukan oleh kedutaan dan konsuler.

"Kelima entitas ini semuanya memenuhi definisi misi asing di bawah Undang-Undang Misi Asing, yang berarti mereka secara substansial dimiliki atau dikendalikan secara efektif oleh pemerintah asing," demikian kata salah satu pejabat. "Mereka secara efektif dikendalikan oleh pemerintah Republik Rakyat Tiongkok."

Xinhua, China Radio, China Daily berbahasa Inggris, dan CGTN, semuanya memang dikendalikan oleh pemerintah pusat Tiongkok. Adapun Hai Tian yang merupakan agen distribusi People's Daily berbasis di New York, surat kabar resmi yang dipimpin oleh Partai Komunis Tiongkok.

Langkah Departemen Luar Negeri tersebut menyusul meningkatnya peringatan dari pejabat pemerintah dan anggota parlemen tentang ancaman yang ditimbulkan China terhadap keamanan nasional AS dan sekutunya.

Pada hari Sabtu (15/2), Menteri Pertahanan AS Mark Esper dan Sekretaris Negara Mike Pompeo menggunakan Konferensi Keamanan Munich untuk menyoroti kekhawatiran mereka tentang "arah yang salah" yang diambil China di bawah Presiden Xi Jinping.

Pompeo membandingkan Beijing dengan Moskow dan Teheran, dengan mengatakan pemerintah China merupakan ancaman bagi Eropa dan Amerika Serikat.

Pada 7 Februari, sekitar 35 senator dan perwakilan Republik menulis surat kepada Jaksa Agung William Barr untuk menuntut agar China Daily diselidiki dan dilabeli sebagai agen asing.

Surat itu menyerukan Departemen Kehakiman untuk menindak propaganda China, menyelidiki peran penting China Daily dalam kampanye disinformasi asing China, dan membahas pelanggaran berulang-ulang terhadap undang-undang AS yang mengharuskan pelobi asing mendaftar dan memberikan laporan terperinci tentang kegiatan keuangan mereka.

"Peran penting China Daily dalam kampanye disinformasi luar negeri China menjamin penyelidikan menyeluruh," kata surat itu, yang diprakarsai oleh Senator Tom Cotton dan Perwakilan Jim Banks dan ditandatangani bersama oleh tujuh anggota parlemen Republik lainnya.

Media berita telah menjadi salah satu medan pertempuran antara Amerika Serikat dan China, antara lain perdagangan, teknologi, pertahanan, dan pendidikan. Undang-undang pendaftaran disahkan pada tahun 1938 untuk melawan propaganda Nazi.

Penulis: Redaksi

Baca Juga