Awal Pekan, IHSG Menguat 0,03%

Jakarta, Akuratnews.com - Indek Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia pada perdagangan awal pekan ini, Senin (11/02) menguat di awal pembukaan bursa, sebesar 0,03% ke level 6.523,70. Meskipun tipis, penguatan IHSG cenderung menebal.

Sejumlah 603,87 juta saham telah diperdagangkan di lima menit awal dengan frekuensi 18.743 kali transaksi. Adapun pergerakan saham yang terpantau, yaitu 146 saham naik, 62 saham turun, dan 126 saham lainnya stagnan.

Beberapa saham penopang gerak IHSG di awal sesi, yaitu CSIS, BMTR, LEAD, FREN, WIIM, dan ASSA. Sementara itu, saham yang melemah di awal sesi di antaranya adalah TBLA, DSFI, MEDC, PWON, dan INDY.

Awalnya, IHSG sempat diperkirakan bergerak melemah, sebagai dampak sentimen eksternal hingga internal diyakini akan mempengaruhi pola geraknya.

Dari faktor eksternal, laju IHSG akan didominasi oleh perkembangan pembahasan perang dagang antara dua negara adidaya yaitu Amerika Serikat (AS)-China. Sedangkan sisi internal, hasil rilis laporan keuangan emiten kuartal IV 2018 akan mewarnai pergerakan indeks.

Pergerakan dalam satu pekan kedepan terdapat potensi profit taking dalam perjalanannya. Namun tetap punya potensi menutup akhir Jumat depan dengan penguatan terbatas.

Dengan masih dibayangi aksi profit taking domestik, menurutnya, IHSG kemungkinan terkoreksi dengan bergerak pada level 6,425-6,650. Sepanjang tahun ini, kenaikan indeks sudah mencapai +5.28 persen. IHSG secara teknikal akan melaju melemah pada level support 6.450 dan resistance di 6.700.

Sejumlah saham rekomendasi hari ini, dapat dijadikan pilihan adalah saham-saham dengan kapitalisasi besar yang menjadi incaran investor asing saat kembali ke pasar domestik.

Antara lain saham PT Gudang Garam Tbk (GGRM), PT H.M Sampoerna Tbk (HMSP), PT Mayora Indah Tbk (MYOR), dan PT Astra International Tbk (ASII). Sedangkan saham yang bisa dilakukan penutupan keuntungannya antara lain saham PT Pakuwon Jati Tbk (PWON), PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM), serta PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI).

Jurnalis: Luqman Haqeem
Publisher: Ahmad

Penulis:

Baca Juga