Bank Bukopin Resmi Dikuasasi Kookmin

Gedung Bank Bukopin
Gedung Bank Bukopin

Jakarta, Akuratnews.com - KB Kookmin Bank resmi menjadi pemegang saham terbesar, PT Bank Bukopin Tbk. Meski sudah dikuasai bank asal negeri K-pop, Bank Bukopin tidak akan mengubah fokus usahanya.

Bank yang sebelumnya dikuasai oleh Bosowa Corporindo ini tetap fokus di segmen ritel serta usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), dengan target penyaluran kredit tahun ini tumbuh 5 persen.

"Bukopin tetap fokus di ritel karena kami memiliki kekuatan di ritel, UMKM, maupun mikro finance. Adapun 57 persen dari portofolio kredit Bank Bukopin berada di segmen UMKM. Ini bagus untuk dikembangkan," kata Direktur Utama Bukopin Rivan Purwantono, Selasa (4/8/2020).

Kookmin Bank, katanya, melihat fokus perseroan pada segmen ritel dan UMKM sesuai dengan arah bisnis yang dijalankan di luar Korea Selatan. Harapannya, kolaborasi antara dua bank ini dapat memperkuat posisi perseroan di pasar ritel Indonesia dengan pertumbuhan yang berkesinambungan.

Rivan seperti dikutip Katadata.co.id
mengatakan pihak Kookmin Bank sudah paham dengan fokus bisnis Bank Bukopin, yang sejalan dengan karakteristik usahanya. Oleh karena itu, Kookmin Bank tidak akan mengubah fokus bisnis Bank Bukopin, melainkan mengembangkannya.

Adapun, menurut Rivan target pertumbuhan kredit Bank Bukopin tahun ini memang terbilang optimis mengingat kondisi saat ini masih diselimuti pandemi virus corona atau Covid-19.

Tahun lalu, realisasi penyaluran kredit perseroan tercatat sebesar Rp 69,54 triliun, tumbuh 4,67 perseb dibandingkan 2018. Artinya, jika tahun ini penyaluran kredit Bank Bukopin tumbuh 5 persen maka jumlah diperkirakan mencapai Rp 73,01 triliun.

Meski demikian, Rivan mengatakan bahwa pihaknya perlu melakukan telaah terhadap kondisi usaha dari debitur yang telah direstrukturisasi. Hingga Juli 2020, Bank Bukopin telah melakukan restrukturisasi terhadap 25 persen portofolio kredit perusahaan. Hingga akhir tahun diharapkan ada penurunan jumlah kredit yang direstrukturisasi.

Bank Bukopin akan melihat apakah bisnis debiturnya masih terdampak oleh Covid-19 atau tidak, mengingat normal baru sudah diterapkan oleh perseroan. Melalui telaah debitur ini, perseroan ingin melihat segmen usaha mana yang sudah pulih dengan baik, mana juga segmen yang pulih setengah, dan segmen mana yang belum pulih sama sekali.

"Sampai akhir tahun, (restrukturisasi) bisa turun karena kami akan review. Kalau usaha sudah jalan, kami harap tidak dalam posisi restrukturisasi lagi," ujarnya.

Dari sisi proyeksi laba bersih tahun ini, Rivan mengaku bahwa pihaknya masih belum memprediksi besarannya. Namun dengan optimisme pertumbuhan kredit, maka laba diharapkan juga tumbuh meski tak sepesat 2019. Tahun lalu laba bersih perseroan mampu tumbuh 14 persen menjadi Rp 217 miliar.

Penulis: Bank Bukopin

Baca Juga