Cairo Food Terus Berkembang di Masa Pandemi

Produk-produk yang ada di Cairo Food (https://cairofood.id/)

Jakarta, Akuratnews.com – Tidak salah memang jika ada informasi banyak bisnis yang redup saat pandemic Covid-19 terjadi. Baik di sektor retail, hingga kuliner, banyak pebisnis harus gulung tikar akibat dari perubahan pola kebiasaan baru.

Tapi tidak bagi Cairo Food yang sudah ada dari 2013 ini, semakin berkembang karena permintaan pasar akan bumbu dan bahan baku makanan timur tengah justru semakin banyak.

Diakui oleh Owner Cairo Food Chef Ahmad Fathi, berkembangnya Cairo Food di masa pandemic, hal ini terjadi karena banyak nya bisnis makanan arab yang baru buka dan juga mulai diminatinya makanan timur tengah di lidah masyarakat Indonesia.

Fathi mengungkapkan, ada dua sebab yang membuat banyak bisnis makanan arab yang baru dibuka akhir akhir ini. Pertama, karena gelombang migrasi orang-orang dari Arab ke Indonesia, khusus nya warga keturunan Yaman yang tinggal di Saudi Arabia. Kedua, karena banyaknya orang yang mencari peluang usaha di saat pandemi ini.

“Kalau makanan Arab masih terbuka luas, khususnya segmen makanan Iran, Turki, Mesir, Lebanon. Kalau global seperti Arab dan Yaman sudah banyak sekali,” katanya kepada Akuratnews.com, Rabu, 3 Februari 2021.

Owner Cairo Food Chef Ahmad Fathi.

“Ya, kalau kami sih Cairo Food malah senang (banyaknya restoran khas Arab dibuka-red), karena kami ini vendor nya. Selalu support bisnis makanan Arab dari belakang. Jadi kita tidak merasa tersaingi sama sekali. Mereka maju maka kami juga maju. Alhamdulillah, dari awal client kami itu hotel-hotel terkenal, restoran Arab, Cafe maupun catering. List nya bisa cek sendiri diwebsite kami, https://cairofood.id/,” lanjutnya.

Dia mengungkapkan, ada dua trend yang saat ini sangat diminati masyarakat, yaitu trend masak nasi arab sendiri, seperti nasi kebuli dan biryani. Biasanya banyak reseller bumbu dan beras basmati. Ada juga sekarang trendnya jualan sandwich seperti kebab shawarma dan juga falafel (semacam snack dari mesir)

“Hal ini juga didukung tentunya oleh kebijakan pemerintah seperti dimudahkannya import beras basmati. Diprediksikan awal tahun 2021 ini ada sekitar 9000 ton quota import beras basmati yang akan masuk ke Indonesia. Hal ini membuktikan memang popularitas beras basmati sangat diminati oleh masyarakat Indonesia,” imbuhnya.

Fathi menjelaskan, peluang bisnis makanan Arab masih terbuka lebar buat siapapun karena sudah ada supplier seperti Cairo Food. Diakuinya, dahulu sebelum ada suplier itu masih susah, karena harus dibuat sendiri, import sendiri. Sekarang para pelaku bisnis makanan Arab dapat dikatakan enak.

“Tinggal datang ke kita dan kasih spek makanan atau bumbu nya, bisa kami buat kan custom sesuai keinginan. Tapi walaupun bisnis kami memang fokus sebagai supplier, kami juga melayani pasar retail. Ada sebagian kecil menu yang kami jual di gofood, itu bisa langsung disantap. Kalau mau masak sendiri kami juga jual bumbu di market place,” pungkasnya.

Penulis:

Baca Juga