Dedie Rachim Dampingi Menteri Teten Lihat Potensi Tanaman Hias di Minaqu Indonesia

Bagi Teten, apa yang dilakukan Minaqu telah mencerminkan terjadinya proses inclusive close loop, dimana telah tercipta sebuah ekosistem terintegrasi dari hulu hingga hilir.

"Minaqu tidak hanya bertindak sebagai offtaker dari hasil produksi petani, namun juga memberikan pendampingan mulai dari pembibitan, proses produksi hingga pemasarannya untuk pasar ekspor," jelas Teten.

Mengingat masih sangat besarnya peluang permintaan tanaman hias dari mitra luar negeri yang telah bekerjasama dengan Minaqu, Teten berharap koperasi-koperasi lainnya yang telah mengkonsolidasikan lahan anggotanya, juga dapat memanfaatkan peluang ini dan menjalin kemitraan.

Selain itu, Teten juga mendukung pemanfaatan teknologi informasi melalui web based sistem e-commerce platform minaquindonesia.com untuk akselerasi menuju go digital dan go global.

"Sudah sangat tepat, sebagai platform yang menjadi gerbang pemasaran global tanaman hias yang selanjutnya akan dikembangkan bagi komoditas agriculture lainnya, yang saat ini sudah dijangkau lebih dari 50 negara di dunia," sebut Teten.

Di Kota Bogor, Minaqu Indonesia juga berperan penting untuk pemulihan ekonomi. Dengan pasar tanaman hias terbesar di Asia Tenggara yang berlokasi di Kecamatan Bogor Selatan, Minaqu bisa membantu pemulihan ekonomi.

Bahkan beberapa waktu lalu, Minaqu juga melaunching program kemitraan Petani Tanaman Hias Mitra Binaan CV Minaqu Indonesia bersama Bank Jabar Banten (BJB) Cabang Bogor, di Kelurahan Bojongkerta, Kecamatan Bogor Selatan.

Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim menegaskan, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor memberikan peluang kepada para petani untuk berkembang menjual produk - produk pertanian multikultural non pangan. Seperti tanaman hias ini.

Selanjutnya 1 2 3
Penulis: Denis

Baca Juga