Di Hadapan Wiranto, Perwakilan Aksi Bela Tauhid Minta NU “Dibersihkan”

Jakarta, Akuratnews.com - Sebanyak 10 perwakilan massa Aksi Bela Tauhid menemui Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto.

Dalam kesempatan itu, Wiranto memperoleh lima tuntutan terkait kasus pembakaran bendera bertuliskan kalimat tauhid oleh oknum Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Garut.

Banser sendiri diketahui merupakan salah satu sayap juang (underbouw) di bawah naungan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Terkait hal ini, PBNU lalu diminta meminta maaf atas ulah Banser yang diduga menistakan agama.

"PBNU wajib meminta maaf kepada umat Islam atas pembakaran bendera tauhid yang dilakukan oleh anggota Banser di Garut," kata Juru Bicara Aksi Bela Tauhid, Ustad Awit Mashuri saat konferensi pers usai pertemuan
di Gedung Kemenkopolhukam, Jl. Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (2/11/2018).

Bahkan, massa aksi menilai PBNU telah dicampuri oleh aneka paham sesat. "PBNU harus dibersihkan dari Iiberalisme dan aneka paham sesat-menyesatkan Iainnya karena NU adalah rumah besar aswaja," tukas Mashuri.

Pihaknya seraya menghimbau kepada umat beragama agar menghormati simbol-simbol agama dan selalu menjaga kebhinekaan.

"Sehingga tidak ada lagi persekusi atau penolakan terhadap pemuka agama atau aktivis di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia" ucap Awit.

Dalam tuntutannya, massa aksi juga memimta Pemerintah untuk membuat pernyataan resmi bahwa bendera tauhid adalah bendera Rasulullah S.A.W, bukan hanya bendera Ormas apa pun sehingga tidak boleh dinistakan.

"Menuntut kepada Pemerintah Republik Indonesia untuk memproses hukum semua pihak yang terlibat dalam pembakaran bendera tauhid, baik pelaku mau pun aktor intelektual yang mengajarkan dan mengarahkan serta menebar kebencian untuk memusuhi bendera tauhid," sebut Mashuri.

Pantauan Akuratnews.com di lokasi, massa yang umumnya membawa atribut bendera berwarna hitam dan putih bertuliskan kalimat tauhid tertahan kawat berduri Polisi di bawah jembatan penyeberangan orang (JPO) dekat kawasan Patung Kuda. Sebelumnya, massa aksi telah terlebih dahulu melaksanakan shalat Jumat di Masjid Istiqlal. (Ysf)

Penulis:

Baca Juga