Dijanji Berangkat Sejak 2017, Warga Sinjai Tagih Dana Haji Plus ke Pengusaha Travel

Marda (61), warga Desa Lasiai memperlihatkan bukti kwitansi penyetoran dana haji plus Rp140 juta, saat berada disalah satu rumah keluarganya di Kecamatan Sinjai Timur, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan. /Ashari/AKURATNEWS

AKURATNEWS - Marda (61), warga Desa Lasiai, Kecamatan Sinjai Timur mendatangi seorang pengusaha biro perjalanan haji dan umrah di Bulu Manyurung, Kelurahan Bongki, Kecamatan Sinjai Utara, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, Selasa (15/6/2021).

Marda bersama sejumlah anggota keluarganya itu, mendatangi seorang pengusaha agen biro perjalanan haji dan umrah di Sinjai bernama Sukmawati dengan tujuan menagih janjinya bahwa akan diberangkatkan haji sejak tahun 2017 lalu.

Marda mulai kecewa dan bertanya-tanya, sebab hingga saat ini janji tersebut belum terwujud.

"Saya datangi rumah Sukmawati karena sudah lima tahun berlalu saya dijanji akan diberangkatkan ke Mekkah untuk ibadah haji, tapi sampai sekarang janji itu belum juga dibuktikan," kata Marda.

Marda mulai tidak percaya terhadap Sukmawati, karena janji Sukmawati sejak 2017 hingga kini belum juga terwujud. Meski dirinya bersama suaminya Enre, sudah melunasi biaya ibadah haji plusnya itu.

"Total saya bersama suami langsung bayar lunas Rp140 juta. Satu orang biayanya Rp70 juta. Saya juga dikasi kwitansi PT Solusi Balad Lumampah," ucapnya.

Marda mengaku bahwa dirinya bersama almarhum suaminya telah mendaftar biaya haji plus sejak tahun 2014 lalu atau sudah tujuh tahun lalu dan dijanji berangkat tahun 2017 sesuai yang ada di kwitansi.

"Biaya haji plus ini kami kumpulkan saat masih bekerja sebagai buruh kelapa sawit di Malaysia. Saat 2016 lalu, kami pulang kesini (Indonesia) dengan harapan akan berangkat haji tahun 2017, seperti yang dijanjikan agen biro dan bahkan telah mempersiapkan segala sesuatunya waktu itu," kenang Marda.

Di usianya yang mulai senja, pasangan suami istri ini memilih untuk menggunakan jalur haji plus. Sebab mereka khawatir jika mendaftar di Kemenag, harus menanti waktu yang panjang baru dapat berangkat.

"Makanya saya bersama suami saat dia masih hidup memilih jalur ini, agar kami bisa berhaji juga sebelum meninggal dunia," tutur Marda.

Tujuh bulan lalu, suami Marda meninggal dunia. Belakangan ia bermaksud untuk mengambil dana haji milik suaminya.

Maka sore tadi ia ditemani beberapa anggota keluarganya menemui biro haji perwakilan Al Amanah 1 di Sinjai bernama Sukamawati. Namun uang biaya haji almarhum Enre tak dapat ditarik kembali.

Sementara Sukmawati memberi penjelasan bahwa uang calon haji Enre tidak bisa ditarik kembali oleh keluarganya.

"Tidak bisa ditarik itu dana. Yang bisa dilakukan jika meninggal dunia harus diganti anggota keluarga lain," kata Sukmawati kepada Marda.

Namun kepastian untuk diberangkatkan Marda bersama calon pengganti Enre belum bisa dipastikan waktunya.

Ia hanya meminta mereka agar bersabar sambil menunggu kepastian dari pihak perusahaan Al Amanah 1 sebagai penyelenggara ibadah haji yang ditempati menyetor jamaah calon haji plus di Sinjai itu.

Sukmawati mengungkapkan bahwa ada sekitar 30 jamaah calon haji di Sinjai yang telah menyetor uang penyelenggaraan haji ke dirinya.

Total dana yang diterima dari para calon haji tersebut sebesar Rp2 miliar lebih.

Uang itu sudah diinvestasikan ke Al Amanah 1 di Makassar. Sukmawati mengaku hanya perantara dari para jamaah di Sinjai ke perusahaan lembaga perjalanan umrah dan haji itu.

Penulis: Ashari

Baca Juga