Doa Tayamum Lengkap beserta Syarat dan Tata Caranya

Makin Rajin

Doa Tayamum

Islam dikenal sebagai agama yang fleksibel dan tidak memberatkan para pemeluknya. Seperti halnya dalam keadaan tertentu seseorang yang tidak dapat melakukan wudhu sebagai syarat sah shalat, maka ia bisa menggantinya dengan tayamum. Lalu seperti apa cara dan doa tayamum?

Mengenal Apa itu Tayamum

Sebagai seorang muslim, kita mempunyai kewajiban menjalankan ibadah shalat. Dengan begitu, pastinya kita harus melakukan wudhu terlebih dahulu, karena wudhu merupakan syarat sahnya shalat. Bukan hanya shalat, dalam ibadah tertentu kita juga wajib untuk berwudhu, seperti ketika ingin membaca Al-Qur’an.

Namun,syaratnya harus dalam keadaan tertentu di mana umat muslim tidak dapat melakukan wudhu karena ada beberapa kendala, seperti sedang tidak ada air, sedang dalam perjalanan, atau pun dalam keadaan sakit yang memungkinan tidak boleh terkena air. Dalam keadaan seperti ini umat muslim bisa mengganti wudhu dengan tayamum.

Tayamum adalah bentuk keringanan untuk umat Islam yang tidak bisa menggunakan air untuk bersuci. Sementara itu, tayamum tidak menggunakan air, namun menggunakan debu yang diusapkan ke area wajah serta kedua tangan hingga mencapai siku.

Tayamum sebagai rukhsah untuk umat muslim ini semata-mata agar umat muslim dapat tetap memenuhi kewajibannya sebagai seorang muslim dan menjalankan ibadah, tanpa adanya kesulitan dan alasan untuk meninggalkan kewajiban.

Niat Doa Tayamum

Seperti ibadah yang lainnya, tayamum juga diawali dengan bacaan niat yang begitu sederhana. Berikut ini niat doa tayamum:

نَوَيْتُ التَّيَمُّمَ لِاسْتِبَاحَةِ الصَّلَاةِ للهِ تَعَالَى

Artinya: “Aku berniat tayamum agar diperbolehkan shalat karena Allah ta’ala.”

Dengan catatan niat di atas hanya untuk tayamum dengan tujuan melaksanakan shalat. Jika melakukan ibadah lain yang mengharuskan untuk bersuci dulu, maka niat tayamum disesuaikan dengan tujuan tersebut.

Baca Juga:  Doa I'tidal: Bacaan Salat Lengkap dengan Lafadz Arab dan Terjemahnya

Doa Selepas Tayamum

Setelah selesai bertayamum, jangan lupa untuk mengucap doa setelah tayamum berikut ini:

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ، وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، اَللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنَ التَّوَّابِيْنَ، وَاجْعَلْنِي مِنَ الْمُتَطَهِّرِيْنَ وَاجْعَلْنِي مِنْ عِبَادِكَ الصَّالِحِيْنَ سُبْحَانَكَ اَللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ

Artinya: “Aku bersaksi tiada Tuhan selain Allah semata yang tiada sekutu bagi-Nya. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. Ya Allah, jadikanlah aku sebagai orang-orang yang bertobat, jadikanlah aku sebagai orang-orang yang bersuci, dan jadikanlah aku sebagai hamba-hamba-Mu yang saleh. Maha Suci Engkau, ya Allah. Dengan kebaikan-Mu, aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Engkau. Dan dengan kebaikan-Mu, aku memohon ampunan dan bertaubat pada-Mu.

Syarat Bolehnya Melakukan Tayamum

Sebelumnya kita telah membahas mengenai tayamum sebagai bentuk rukhsah atau keringanan untuk umat muslim dalam keadaan tertentu. Adapun beberapa keadaan memungkinkan bolehnya melakukan tayamum di antaranya:

1. Tidak Adanya Air/Sedang Kekeringan

Syarat boleh melakukan tayamum yang pertama adalah ketika tidak menemukan air di wilayah tersebut. Namun, kita juga harus benar-benar memastikan bahwa di tempat itu tidak ada air sama sekali untuk bersuci, maka boleh melakukan tayamum.

2. Dalam Keadaan Sakit

Ketika kita dalam keadaan sakit yang tidak memungkinkan untuk bersuci dengan air, bahkan jika terkena air sakitnya akan lebih parah, maka dalam kondisi yang demikian kita mendapat rukhsah untuk melakukan tayamum.

3. Keadaan Air yang Beku

Pada wilayah tertentu dengan suhu yang begitu rendah, akan membuat air sangat dingin bahkan bisa membuat air mengalami pembekuan. Kondisi yang demikian tentunya dapat menyulitkan umat muslim untuk bersuci, sehingga diperbolehkan untuk bertayamum.

Baca Juga:  Kumpulan Doa untuk Orang Tua yang Sudah Meninggal dan Artinya

4. Sedikitnya Persediaan Air

Syarat bolehnya bertayamum sembari membaca doa tayamum selanjutnya adalah ketika air yang tersedia hanya sedikit dan tidak memungkinkan untuk dipakai wudhu. Apalagi jika untuk mengambil air pada sumbernya tersebut memiliki risiko yang sangat besar, maka boleh menggunakan cara tayamum untuk bersuci. 

5. Sedang dalam Perjalanan

Ketika umat muslim sedang dalam perjalanan jarak jauh dan tidak menjumpai air yang bisa digunakan untuk bersuci, padahal waktu shalat sudah hampir habis, maka ia mendapatkan keringanan untuk melakukan tayamum.

Rukun Tayamum

Setelah mengetahui syarat diperbolehkannya melakukan tayamum beserta niat doa tayamum, selanjutnya kita harus mengetahui rukun tayamum agar tetap sah. Tayamum mempunyai 4 rukun yaitu:

  • Membaca niat doa tayamum.
  • Mengusap seluruh bagian wajah dengan debu.
  • Mengusap kedua tangan sampai pada siku.
  • Tertib dari awal sampai akhir secara berurutan.

Tata Cara Melaksanakan Tayamum

Tentu ada beberapa tata cara yang harus diikuti agar tayamum tetap sah, antara lain:

  1. Menyiapkan debu yang bersih dan tidak mengandung najis. Dalam hal ini, menurut para ulama, debu yang boleh untuk tayamum biasanya berada pada tembok, kaca, atau tempat lainnya yang bersih dan suci.
  2. Sunnah bagi seorang muslim yang akan bertayamum adalah menghadap kiblat terlebih dahulu. Kemudian meletakkan kedua telapak tangan pada permukaan yang berdebu dengan posisi jari-jari tangan rapat.
  3. Mengucapkan basmalah dan membaca niat doa tayamum pada saat menempelkan tangan pada debu.
  4. Kemudian, setelah debu menempel pada bagian telapak tangan, sunnah bagi umat muslim untuk menepiskan debu yang menempel di tangan, karena tayamum tidak membutuhkan debu yang banyak.
  5. Selanjutnya, mengusapkan telapak tangan yang sudah terkena debu pada seluruh bagian wajah. Berbeda dengan wudhu, yang mengharuskan untuk membasuh muka tiga kali, maka dalam tayamum hanya cukup satu kali menyentuh debu kemudian meratakannya pada seluruh bagian wajah. 
  6. Bagian selanjutnya adalah mengusap tangan sampai siku. Dalam hal ini, perlu meletakkan tangan pada debu dengan jari tangan merenggang, kemudian menepisnya lagi, lalu meratakannya pada telapak tangan sampai siku.
  7. Cara meratakannya adalah dengan menengadahkan kedua telapak tangan, dengan posisi telapak tangan kanan berada di atas dan telapak tangan kiri berada di bawahnya. Lalu rapatkan jari-jari tangan dan usahakan agar telunjuk kanan bertemu dengan telunjuk tangan kiri.
  8. Kemudian, telapak tangan kiri mengusap lengan tangan kanan sampai ke siku, setelah itu lanjut diputar untuk mengusapkan bagian lengan kanan yang lain, mulai dari siku sampai kemudian bertemu lagi antara jempol kiri yang mengusap jempol kanan.
  9. Setelah itu lanjut lagi mengusap bagian tangan kiri sama seperti mengusap tangan kanan tadi.
  10. Langkah selanjutnya adalah mempertemukan kedua telapak tangan dan usap-usapkan jari-jari antara kedua tangan tersebut.
  11. Dalam tayamum hanya mengusap wajah dan tangan. Kemudian seperti wudhu pada umumnya, setelah tayamum juga sunnah untuk membaca doa selepas tayamum/wudhu.
Baca Juga:  2 Doa Nisfu Syaban Lengkap dengan Amalan dan Keutamaannya

Hal-hal yang dapat Membatalkan Tayamum

Sama halnya seperti wudhu, tayamum juga bisa batal dengan sebab tertentu. Adapun hal-hal yang bisa membatalkan tayamum adalah sebagai berikut:

  1. Mendapatkan air atau bertemu dengan air sebelum melaksanakan shalat.
  2. Tidak adanya sebab yang membuat tidak boleh menyentuh air.
  3. Keluar dari agama Islam atau murtad.
  4. Tidur yang menyebabkan turunnya kesadaran dan berhentinya fungsi mata dan telinga.
  5. Hilangnya akal, baik pingsan, mabuk, hilang ingatan, bahkan gila.
  6. Keluarnya hadas kecil maupun hadas besar.
  7. Mengeluarkan kentut.
  8. Datangnya darah haid atau menstruasi bagi seorang wanita

Sudah Tahu Niat Doa Tayamum beserta Tata Caranya?

Seperti halnya melakukan sesuatu, dalam menjalankan ibadah juga harus dengan niat yang baik, termasuk saat akan bertayamum. Niat doa tayamum bisa kita ucapkan langsung atau sekedar terucap dalam hati. Akan tetapi yang menjadi poin penting adalah ibadah harus terlaksana dengan ikhlas, khusyuk, dan menyerahkan diri hanya kepada Allah SWT.

Baca artikel Akuratnews.com lainnya di Google News.

Disclaimer

Artikel terkait aplikasi versi modifikasi atau MOD APK yang dibagikan Tim Akuratnews.com hanya bersifat reviews saja yang bertujuan untuk menambah wawasan pengetahuan para pembaca. Kami tidak menyarankan anda untuk mendowload file yang bersifat ilegal. Kami juga tidak bertanggung jawab atas segala risiko dan bahaya yang bisa terjadi pada perangkatmu. Penggunaan aplikasi versi modifikasi atau MOD APK bisa merugikan pengembang dari segi materi dan sebagainya.

Artikel Terkait