Gaet Pasar Perempuan, K Link Launching Black Jam

General Director K Link Dato’ Dr, Hj, Md, Radzi Bin Saleh, bersama dengan Brand Ambasador asal Korea, saat Grand Lounching Produk K Link, di K Link Tower Jakarta, (14/9).

Jakarta, Akuratnews.com - Sebagai negara yang besar dengan jumlah penduduk lebih dari 275 juta jiwa, Indonesia menjadi pasar bagus dalam industri kosmetik, yang diketahui Indonesia memiliki dua musim, yakni musim hujan dan panas. Terkait jumlah penduduk wanita di Indonesia yang mencapai sekitar 167 juta jiwa, produk kosmetik masih menjadi pasar menjanjikan untuk direngkuh dan dijalankan.

Melakukan penetrasi bisnisnya di Indonesia K Link, yang merupakan perusahaan berbasis Multi Level Marketing (MLM), melounching produk terbarunya Black Jam yang diadopsi dari negeri asal K Pop, yang diusulkan bagi masyarakat tanah air yang diketahui memiliki kecenderungan bermasalah dengan kulit.

General Director K Link Radzi Saleh dalam sambutannya menyampaikan, K Link memiliki konsep untuk pwrempuan, dimana K Link memiliki banyak produk bagi perempuan. Selain itu, dalam sistem bisnis K Link yang diketahui mengusung Network Marketing, K Link menyempurnakan dengan sistem Digital Network Marketing (DNM) yang diakuinya sebagai perusahaan yang menggunakannya.

"Bisa dibayangkan, suatu hari nanti apabila orang membahas DNM, melalui Institute Digital Marketing Indonesia, kita sudah siap. Sistemnya sudah ada. Dengan sistem yang sudah ada, kita butuh produk yang bagus. Untuk itu kita resmikan produk Black Jam," ungkapnya, saat Grand Launching Black Jam di Gedung K Link, Jakarta (14/9).

"Jika kita bicara kosmetik tentu suka melihat Korea. Untuk itu kita ambil produk dari Korea agar sempurna. Perempuan belum sempurna sebelum dirinya dikatakan cantik. Untutk itu kita berikan produk kecantikan pada wanita. Kombinasinya (rengkuh pasar-red) melalui digital network dan juga offline. Dengan kombinasi ketiganya kita bisa menjadi digital network marketing raksasa di Indonesia," tambahnya.

Sementara itu, Brand Ambassador Black Jam asal Korea, Jung Dan Eun mengatakan kulit miliknya bisa dikatakan kurang bagus, terlabih negara Korea memiliki empat kusim. Untuk itu, kulitnya yang mudah kering membutuhkan kelembaban untuk perawatan.

"Tidak selamanya saya melakukan perawatan di klinik kecantikan yang diketahui harganya cukup mahal, untuk itu saya perawatan di rumah. Produk Black Jam memiliki bahan alami dan mengandung vitamin bagi kulit, yang fungsinya untuk mengunci kelembaban jingga 150 jam karena Black Jam mengandung super food bagi kulit," katanya.

"Bagi Indonesia dia melihat wanita Indonesia cantik tetapi kulitnya sepertinya kurang dirawat. Kulit kering butuh kelembaban, untuk itu dengan Black Jam, bisa digunakan pagi hari tipis aja dan malam hari agak banyak dan tebal," ungkap wanita yang pernah menjadi super model di Korea dan beberapa produk internasional seperti Butong dan Bulgari.

Menanggapi ungkapan rekan sejawatnya, Wanita yang juga Super Model Park Sun Her menegaskan, jadwal yang padat yang dimilikinya tentu berimbas pada waktu yang dimilikinya untuk perawatan, yang akhirnya dirinya fokus pada perawatan secara pribadi.

"Karena jadwal yang padat saya tidak bisa melakukan perawatan di klinik. Akhirnya, saya fokus perawatan di rumah dan sudah mencoba berbagai skincare yang akhirnya disarankan untuk mengunakan Black Jam," ujar wanita yang direkomendasikan oleh rekannya sesama artis.

"Black Jam di Korea sudah lama dan saya akan terus menggunakannya," tegasnya.

Sebagai informasi, produk yang memiliki tampilan serba hitam hingga pada lotion-nya, dibandrol dengan harga Rp.618.000,- yang dapat digunakan selama kurang lebih satu bulan. Penggunaan Black Jam yang direkomendasikan pada wajah saat siang hari cukup seujung jari yang dioleskan merata pada seluruh wajah dan leher setelah pembersihan dengan toner. Sedangkan untuk malam hari, disarankan Black Jam digunakan dengan lebih banyak. Bahkan, produk Black Jam juga dapat digunakan oleh kaum Adam, yang ingin menjaga kelembaban kulitnya khususnya bagi mereka yang memiliki aktivitas tinggi.

Penulis:

Baca Juga