Halangi Jurnalis Menjalankan Tugas, Oknum Polisi Berlagak Preman

Palu, Akuratnews.com - Aksi mengahalang-halangi wartawan dalam menjalankan tugas jurnalistik, kembali terjadi. Kali ini, peristiwanya berupa perampasan kamera dan penghapusan gambar yang dialami Ryan Saputra, Jurnalis TVRI di DPRD Sulteng, Rabu, (25/09/2019).

Menurut penuturan Ryan Saputra, kejadian tersebut berawal ketika, Ia mendapat penugasan oleh kantornya meliput demonstrasi mahasiswa di jalan Sam Ratulangi dan Raden Saleh di Kota Palu, Propinsi Sulawesi Tengah. Ketika meliput, Ryan merekam proses aksi sejak mahasiswa berkumpul hingga aksi pembubaran massa oleh Aparat kepolisian.

Dan sekitar pukul 16.00 Wita, saat sedang proses liputan mahasiswa yang tengah dikejar Polisi. Ryan didatangi oleh anggota Reskrim Polres Palu yang diketahui bernama Briptu Jumardi (BJ). BJ Kemudian merampas kamera milik Ryan dan menghapus gambar gambar demonstrasi yang direkam Ryan sejak pagi hari.

Tindakan penghalang halangan termasuk menyita dan menghapus gambar dari kamera Jurnalis, menurut sejumlah Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Sulteng, Pewarta Foto Indonesia (PFI) Palu, Asosiasi Profesi Fotografi Indonesia (APFI) dan Forum Pemred Sulteng adalah cara-cara premanisme yang merupakan tindak pidana dan pelanggaran hukum, sebab jurnalis dalam kegiatan dilindungi UU no 40 tahun 1999.

Oleh karenanya, kelima organisasi tersebut mengecam keras perampasan kamera dan penghapusan gambar yang dilakukan Anggota Polres Palu, Bripda Jumardi. Dan meminta kepada Kapolda Sulteng menangani aksi perampasan tersebut dengan serius, dan memandangnya sebagai upaya penghalangan kerja jurnalistik sebagai mana diatur dalam UU no.40 tahun 1999 tentang Pers

"Pada Pasal 18 ayat 1, setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi pelaksanaan ketentuan Pasal 4 ayat (2) dan ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun atau denda paling banyak Rp 500.000.000, 00 (lima ratus juta rupiah)," kata Muhammad Iqbal Perwakilan AJI Sulteng dalam keterangan pers yang diterima Redaksi, Kamis, (26/09/2019).

Kemudian, AJI Sulteng meminta kepada Kapolres Palu untuk menindaklanjuti dan memproses etik anggota reskrim Polres Palu, Briptu Jumardi yang telah terlibat dalam tindakan premanisme dengan merampas dan menghapus gambar milik jurnalis TVRI Ryan Saputra.

Iqbal juga mengimbau masyarakat untuk memahami kerja jurnalistik yang sejatinya merupakan perwujudan dari pemenuhan hak masyarakat untuk memperoleh informasi. Bila jurnalis dihalang-halangi, hal itu berarti menghalangi pula hak masyarakat untuk mendapatkan informasi.

"Kami juga akan mendukung sepenuhnya kepada TVRI Sulteng untuk melaporkan hal tersebut ke pihak kepolisian, agar kejadian serupa tidak terulang lagi pada media massa cetak maupun elektronik di Sulawesi Tengah dan demi tegaknya kebebasan pers dalam mengungkap kebenaran," tandasnya.

Penulis: Wardi Bania
Editor: Redaksi

Baca Juga