Esensi Pancasila

Hanya Syariah yang Mampu Jaga Pancasila Dari Paham Komunis, Liberal

Jakarta, Akuratnews.com - Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab mengatakan, merujuk pada pembukaan UUD 1945 dan Pasal 21 ayat 9 UUD 45 bahwa dasar negara RI adalah ketuhanan Yang Maha Esa, maka Indonesia berhak disebut sebagai negara Tauhid.

Pernyataan Habib Rizieq itu disampaikan pada perayaan milad FPI ke-21, di Stadion Rawa Badak, Jakarta Utara.

Menurut Habib Rizieq, dalam dekrit Presiden Soekarno 5 Juli 1959 telah dinyatakan secara tegas dan jelas bahwasannya Pancasila dijiwai Piagam Jakarta dan menjadi satu kesatuan konstitusi yang tidak terpisahkan. Sehingga roh syariat Islam dalam Piagam Jakarta, mejadi roh Pancasila sejati yang tidak boleh dipisahkan sekali-kali dari Pancasila.

"Pancasila yang berintikan Ketuhanan Yang Maha Esa adalah dasar negara Republik Indonesia bukan pilar negara." kata Habib Rizieq seperti dilansir situs politik nasional, Sabtu (24/8/2019).

"Mereka yang menyebut Pancasila pilar negara tidak paham konstitusi bahkan gagal paham tentang dasar negara Republik Indonesia,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Habib Riziq Shihab menyampaikan hanya syariah yang dapat menjaga serta melindungi NKRI dan Pancasila dari paham-paham penyimpang komunis-sosialis-kapitalis dan liberalis.

“Kenapa harus NKRI bersyariah? Karena hanya syariah yang mampu melestarikan kemurnian tauhid ketuhanan Yang Maha Esa sebagai dasar Negara Republik Indonesia,” tandasnya.

Menurutnya, tauhid dan syariah merupakan ruh dari NKRI dan Pancasila sehingga Indonesia seharusnya berpegang teguh pada syariah.

“Sejak dulu Indonesia dipimpin oleh kesultanan-kesultanan Islam yang tunduk kepada tauhid dan syariah yang kemudian dengan sukarela kesultanan-kesultanan tersebut meleburkan diri ke dalam NKRI tanpa pamrih,” pungkasnya.**

Penulis: Hugeng Widodo
Editor:Ahmad Ahyar

Baca Juga