Garis Kuning Kemen LHK jadi Polemik

HUT RI di Kavling Anak Melayu, Jenderal Tatang Prihatin: Tolong Perhatikan Rakyat!

Mayjen Tatang Zaenudin (baju putih) saat berbicara dengan Kamdi di Kursi Roda didampingi Istrinya Kusni di Lokasi Kavling Anak Melayu, Batu Besar, Batam. (Foto Hugeng Widodo/Akuratnews.com).

Jakarta, Akuratnews.com - Mayor Jenderal (Purn) Tatang Zaenudin menyatakan keprihatinannya saat hadir dalam peringatan HUT Kemerdekaan Bangsa Indonesia ke-74 yang digelar di depan Komplek Anak Melayu, Kel. Batu Besar, Batam, Kep. Riau.

Menurut dia, setelah 74 tahun Indonesia merdeka, Jenderal Kopassus ini melihat masyarakat masih banyak yang tidak sejahtera.

"Yang saya inginkan adalah kesejahteraan untuk rakyat, bukan rakyat tambah menderita karena permainan atau kepentingan elit semata." kata Jenderal Tatang Zaenudin saat memberikan sambutan di Lokasi Peringatan Kemerdekaan Kavling Anak Melayu, Batam, Sabtu (17/8/2019).

"Saya pun meminta kepada pemerintah dan elit bangsa untuk ke depan tolong perhatikanlah rakyat, dan sejahterakanlah rakyat." tegasnya.

Menurut Mayjen Tatang, dia merasa prihatin dengan (banyaknya) pengaduan-pengaduan rakyat yang benar namun tidak punya kekuatan dan selalu tersingkirkan.

Namun dia berharap ke depan Indonesia akan lebih aman, lebih baik dan rakyatnya lebih sejahtera dan negaranya lebih kuat.

Terlebih jika melihat  penderitaan Masyarakat di Taman Yasmin, Batam yang impiannya memiliki lahan kavling hancur lantaran proyek penataan dari PT. Keyla Alam Sentosa (PT. KAS) di lahan tersebut dihentikan DPR RI bersama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dengan memberikan garis kuning yang tertera logo Kementerian LHK.

Diketahui, salah satu warga yang mengalami shock berat atas garis kuning penghentian proyek itu adalah Kamdi, warga Taman Yasmin berusia 60 tahun lebih.

Didampingi Istrinya, Kamdi tampak murung dikursi roda saat datang ke diskusi antara Warga dengan PT. KAS dan Mayjen Tatang Zaenudin, kemarin Jumat (16/8/2019).

Pensiunan swasta yang tak sanggup beli rumah, dan terkena stroke sejak 5 tahun lalu, hanya bisa menangis meratapi nasibnya yang kini tak berdaya dan tak bisa melakukan apapun.

"Sudah 5 tahun ini bapak kena Stroke," ujar ibu Kusni, Istri Kamdi kepada redaksi Akuratnews.com saat diskusi digelar di Lokasi Kavling yang sudah di garis kuning.

Menurut Bu Kusni, sebagai seorang pensiunan swasta dengan gaji kecil, Suaminya tak sanggup membeli rumah di Batam. Mereka kemudian tinggal di "rumah liar" hingga suaminya terkena stroke dan tak mampu mencari nafkah.

Oleh karena itu, tawaran penataan lokasi yang ditawarkan PT. KAS dengan memberikan Kavling Komplek Anak Melayu bagi keluarga Kamdi dan ratusan keluarga lainnya membuat Kusni dan keluarganya bahagia. Namun menurut Kusni, dengan penghentian itu, impian keluarganya memiliki lahan dan rumah sendiri menjadi hancur.**

Penulis: Hugeng Widodo
Editor: Redaksi

Baca Juga