Jadi Kebutuhan di Era Milenial, UBL Gelar Workshop Machine Learning

PLT Rektor UBL Dr. Ir. Wendi Usino, memberikan cenderamata kepada Dean Infrastrukture and Recource Planning Department of IT, Indian Institute of Information Technology Allahabad India Prof. Dr. Shekhar Verma didampingi oleh Assoc. Prof. Dr. Sonali Agarwal. (Foto Akuratnews.com)

Jakarta, Akuratnews.com - Era Industri 4.0 menjadi moment dalam peningkatan penetrasi teknologi industri yang tentunya berimbas pada penetrasi bisnis dan ekonomi ke depannya. Kebutuhan akan teknologi demi menyelaraskan industri 4.0 tak bisa ditawar, melihat persaingan bukan saja terjadi di dalam negeri. Untuk itu, Indonesia sebagai negara yang besar mau tidak mau harus mengikuti perkembangan yang terjadi dalam dunia informasi teknologi. Untuk mencapai hal tersebut, salah satunya dengan menambah informasi melalui workshop, seperti yang diimplementasikan oleh Universitas Budi Luhur (UBL).

PLT Rektor UBL Dr. Ir. Wendi Usino, mengatakan era industri 4.0, dimana big data harus dikuasai, hal ini agar bisa bersaing dengab banyak kalangan di Indonesia dan dunia. Untuk itu, sebagai pelaku di dunia pendidikan perlu membangun kompetensi bagi para mahasiswa dan dosen.

"Kita ingin membangun kompetensi mahasiswa dan dosen untuk big data dengan mendapatkan narasumber dari banyak pihak seperti di India, Eropa untuk membantu kita dalam bidang studi dan peminatan di bidang big data," ujar Rektor, di sela-sela MoU, tindak lanjut workshop, (16/9).

Terkait dengan para peserta workshop, salah satu peserta workshop dari Mahasiswa Doktoral Fakultas Ilmu Komputer UI Tuti mengatakan pihaknya hadir sebanyak tiga orang untuk menghadiri workshop yang diselenggarakan oleh UBL, dimana dinilai workshop tersebut menjadi hal yang penting.

"Kami ikut workshop sejalan dengan penelitian desertasi kami, dimana ini penilitian dasar yang kami anggap sangat penting sekali. Kami merasa terbuka bagaiamana dasar ilmu ini terbayang," terangnya.

"Machine learning yang sedang 'in' di Indonesia, merupakan bagian dari artificial intelligence, perlu bagi orang Indonesia terutama dalam pengelolaan data. Ini dibutuhkan untuk menganalisis ilmu tertentu dan machinery learning salah satu ilmunya sebagai data scient," tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama Dosen tetap UBL TI Siswanto, mengatakan workshop yang diselenggarakan UBL sangat bagus sekali sebagai penambahan knowledge.

"Terlebih bagi orang India (pengajar-red) dalam penyampaiannya cukup bagus, penyampaian terstruktur, dimana mereka menyampaikan satu sampel data dan dari sisi matematik. Bagaimana basicnya diterangkan sangat basic sekali sehingga mudah dimengerti," imbuhnya.

Realisasikan Dengan MoU

Terkait dengan Memorandum of Understanding (MoU), Wendi, menjelaskan UBL melalui MoU yang ditandatangani memiliki target salah satunya merealisasikan kerjasama baik pertukaran mahasiswa, dosen, joint riset, joint public yang fokus pada big data dan Machinery learning yang tentunya kan menjadi bekal mahasiswa UBL khususnya saat terjun ke dunia kerja bisa menguasai ilmu ke depan.

"Kita mempunyai dan mengelola big data menjadi ilmu yang bermanfaat. Bagaimana kita mengelola big data menjadi informasi yang bermanfaat. Karena kita sadari big data merupakan ilmu yang belum ada polanya tetapi dengan punya penelitian tentunya akan menjadi informasi bermanfaat. Untuk komponen tersebut tentu tidak bisa bekerja sendiri dan harus berkolaborasi kalau bisa dengan dunia internasional," paparnya.

India dipilih, masih kata Rektor, merupakan salah satu negara yang memiliki pengetahuan IT di tingkat internasional. India merupakan negeri yang lebih maju dari Indonesia.

"Kita tahu India banyak yang berkiprah di dunia internasional khususnya, sehingga kita bisa banyak belajar pengalaman dari mereka dari ide maupun akses mereka yang diketahui memiliki akses yang cukup besar sehingga kita bisa ikut dari akses mereka," pungkasnya.

Penulis:

Baca Juga