Kapolsek Astana Anyar dan 11 Polisi Pakai Narkoba

Jadi Tamparan Keras Polri, Kompol Yuni Baru Dicopot dan Dimutasi

Bandung, Akuratnews.com - Diciduknya Kapolsek Astana Anyar, Kompol Yuni Purwanti Kusuma Dewi lantaran menggunakan narkoba sangat mencoreng wajah Polri khususnya bagi Kapolri baru, Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.

"Kasus yang sangat memalukan ini merupakan pukulan telak bagi Polri, khususnya kapolri baru," tegas Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane di Jakarta, Kamis (18/2).

IPW menyebut kasus ini sebenarnya jarang terjadi karena melibatkan Kapolsek di dalamnya.

"Kasus polisi terlibat narkoba memang selalu berulang. Namun ini yang pertama kali ada serombongan polisi ditangkap karena terlibat narkoba. Ke 12 polisi itu seperti gerombolan mafia narkoba yang sedang beraksi, yang dipimpin Kapolseknya," tandasnya.

IPW juga mendesak Polri untuk mengusut tuntas kasus narkoba jenis sabu yang menyeret Kapolsek Astanaanyar dan kroconya ini.

"IPW berharap kasus ini diusut tuntas agar diketahui apakah ke 12 polisi itu merupakan bagian dari sindikat narkoba di Jawa Barat atau hanya sekadar pemakai," pungkasnya.

Sementara itu, Kompol Yuni Purwanti Kusuma Dewi resmi dicopot dari jabatannya sebagai Kapolsek Astana Anyar.

Pencopotan Yuni ini tertuang dalam surat telegram (TR) Kapolda Jabar bernomor ST/267/II/KEP/2021 tanggal 17 Februari 2021 yang ditandatangani Karo SDM Polda Jabar Kombes Solichin atas nama Kapolda Jabar Irjen Ahmad Dofiri.

Dalam surat itu, Kompol Yuni dimutasikan ke Pamen Yanma Polda Jabar untuk menjalani pemeriksaan.

Penulis: Rianz
Editor: Redaksi

Baca Juga