Jelang Pilkada, Masyarakat Muna Diminta Tidak Mudah Diadu Domba

Arul, salah satu tokoh pemuda Kabupaten Muna.

Muna, Akuratnews.com - Pemilhan Bupati dan Wakil Bupati di sejumlah daerah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) akan dilaksanakan pada 2020 mendatang.

Akan tetapi, suhu panas dan tensi politik di Kabupaten Muna kian meninggi. Ironinya, benturan yang terjadi antara Petahana, Rusman Emba dan Bakal Calon Bupati Muna yang saat ini menjabat Bupati Muna Barat, Rajiun Tumada terkesan kontra produktif.

Teranyar, persoalan baleho yang menyita perhatian Publik di Kabupaten Muna. Bahkan untuk meredakan ketegangan lantaran Baleho La Ode Rajiun Tumada dengan bertuliskan Mai te Wuna (Ayo ke Muna) diatas kepala gambar La Ode Rajiun Tumada, kemudian dibawahnya tertulis Amaimo Paada Ini (saya sudah datang), harus dimediasi oleh pihak kepolisian Polda Sultra.

Karena Pemkab Muna yang saat ini dipimpin oleh Rusman Emba (rival La Ode Rajiun Tumada red) keberatan dengan baleho yang bertuliskan program Pemkab Muna dibidang pariwisata dengan tag line "Mai te Wuna". Alhasil, baleho tersebut diturunkan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).

Saat penurunan baleho pun tidak berjalan mulus. Untung saja, aparat kepolisian langsung menengahi persoalan tersebut.

Arul, salah satu tokoh pemuda Kabupaten Muna.

Terkait polemik Pilkada di Muna, Ketua Jaringan Kemandirian Nasional (Jaman) Sulawesi Tenggara, Syahrul,  meminta kepada masyarakat untuk tidak terpancing terlebih diadu domba.

Selanjutnya 1 2 3
Penulis: Nazarudin
Editor:Yandi Permana

Baca Juga