1 ABK Diselamatkan, 4 Belum Ditemukan

Kapal Muatan Beras dari Sinjai Tujuan NTT Tenggelam di Perairan Selayar

Ilustrasi kapal tenggelam.

AKURATNEWS - Sebuah Kapal Layar Motor (KLM) pengangkut beras yang berlayar dari Pelabuhan Larea-rea Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan tujuan Waiwadan Nusa Tenggara Timur (NTT) dikabarkan tenggelam di Perairan Pulau Kayuadi Kabupaten Selayar, Selasa (25/1/2022).

Kabar KLM tenggelam tersebut diketahui setelah salah satu awak kapalnya diselamatkan oleh kapal perintis KM Pasifik Samudera Satu yang melintas menuju Pulau Bonerate.

"Iya benar, kami telah menerima laporan adanya korban kapal tenggelam di Perairan Pulau Kayuadi dan saat ini korban yang selamat dibawa oleh kapal yang menemukan ke Pulau Bonerate," Kata Kapolsek Takabonerate, Iptu Hasan, dikutip tvone dot com.

Ia juga mengaku bahwa saat ini pihaknya masih terus berkoordinasi kepada semua kepala desa disekitar Pulau Kayuadi untuk melakukan pencarian korban lainnya.

"Informasi perkembangannya Insya Allah akan kami sampaikan," tutupnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, salah satu awak KLM yang ditemukan selamat tersebut bernama Ardian Arlan, selaku masinis kapal.

Menurut pengakuan Ardian usai diselamatkan, kapalnya bernama KLM Darmawan Jaya GT 27 dan dinakhodai oleh Darmawan.

"Kapal tenggelam Senin (24/1/2022) sekira pukul 22.00 Wita setelah dihantam gelombang tinggi saat akan berlindung ke Pulau Kayuadi. Sementara keempat rekannya belum diketahui keberadaannya," tuturnya.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sinjai Budiaman yang dikonfirmasi mengaku, pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak Syahbandar Sinjai untuk memastikan informasi mengenai kapal tenggelam di perairan Selayar tersebut.

“Yang pasti bahwa koordinasi ini tetap berjalan dan berharap kepada seluruh warga Sinjai yang kebetulan ada keluarga di kapal tersebut untuk memberikan kontak person yang bisa dihubungi, khususnya korban yang selamat,” katanya.

Pihaknya kata Budiaman, juga tengah melakukan koordinasi dengan Basarnas Kabupaten Bone, dan Bantaeng.

“Mudah-mudahan setelah informasi kita terima secara lengkap, baik dari Basarnas Bone maupun Bantaeng, bisa bersinergi dengan baik untuk melakukan proses pencarian,” harapnya.

Ia juga mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk senantiasa mengupdate informasi perkembangan cuaca, termasuk tinggi gelombang. Sebab peringatan yang ada sudah disampaikan oleh BMKG terkait tinggi gelombang di Perairan Selayar.

“Ini barangkali yang perlu kita tetap waspadai, sehingga diharapkan kepada seluruh masyarakat untuk mengikuti perkembangan cuaca yang ada, baik yang disampaikan oleh BPBD maupun yang disiarkan secara langsung melalui radio,” pungkasnya. ***

Penulis: Ashari

Baca Juga