Keluhkan Kesulitan Ekspor, Gubernur Jatim Sarankan APPSWI Bentuk Tim Kecil

Ketua Umum APPSWI, Wahyudin Husein.

AKURATNEWS - Anggota Asosiasi Peternak dan Pedagang Sarang Walet Indonesia (APPSWI) kembali mengeluhkan kesulitan dalam memasarkan produk sarang walet ke luar negeri (ekspor) ke China.

Setelah sebelumnya keluhan tersebut disampaikan kepada Asep Asmara selaku Direktur Ekspor Pertanian dan Kehutanan Kementrian Perdagangan, yang berkunjung ke Jawa Timur pada 16 November 2021 lalu, kali giliran Gubernur Jatim, Khofifah Indarparawansa yang menampung keluhan APPSWI.

Dalam acara buka bersama di hotel Vasa, Surabaya, Ketua Umum APPSWI, Wahyudin Husein mengungkapkan, peternak dari Jawa Timur per tahunnya mampu menyumbang 30% dari kebutuhan ekspor sarang walet ke luar negeri.

"Sarang Walet ini potensinya luar biasa. China itu butuh 6000 ton tiap tahunnya, namun Indonesia yang diakui produk sarang waletnya terbaik,  hanya dibatasi eksport 1500 Ton. Artinya, ruang masih luas untuk memenuhi tersebut," ujar Wahyudin, Minggu (17/04/2022) malam.

BACA JUGA : Pengusaha Walet : “Permendag 19 Persulit Eksport”

Wahyudin menambahkan, seandainya para pengusaha yang berkecimpung di peternakan dan perdagangan walet diberi kebebasan ekspor, maka ada potensi penyerapan tenaga kerja yang lebih luas.

"Bayangkan, berapa tenaga kerja yang bisa diserap, khususnya di Jawa Timur. Ini adalah potensi besar untuk membantu ekonomi Jawa Timur," tegasnya.

Sementara itu, Gubernur Jatim, Khofifah Indarparawansa yang turut hadir dalam acara tersebut, dalam sambutannya menyarankan agar APPSWI membentuk tim kecil dan merumuskan permasalahan  serta potensi, dalam usaha sarang walet, yang nantinya disampaikan langsung ke Presiden Jokowi.

"Bentuk tim kecil untuk memetakan masalah dan kondisi. Akui ada potensi besar dan dan butuh koneksitas dan keputusan high level," kata Khofifah.

Mantan menteri Sosial ini mengaku bahwa sebelumnya ia telah berkordinasi dengan beberapa kementerian, yakni menteri perdagangan, menteri perindustrian, menteri pertanian, dan menteri luar negeri, saat ia diundang dapam Rapat Terbatas (Ratas)  beberapa waktu lalu di Jakarta.

“Saya diundang dalam ratas oleh pak mendag, pak mentan, pak menperin, dan ibu menlu. Bu menlu ini perannya sangat penting, karena apa yang menjadi battle next itu bisa masuk di market China. Dan permasalahan itu yang harus diurai,” pungkasnya.

Khofifah berjanji akan menjembatani APPSWI untuk bertemu dengan Presiden Jokowi yang dijadwalkan hadir pada Rabu, (20/04/2022) mendatang.

Penulis:

Baca Juga